3 Moge Disita KPK, Diduga Dibeli Pakai Dana Operasional DJBC
KPK menyita tiga moge dalam kasus korupsi Bea Cukai. Motor diduga dibeli sementara memakai dana operasional khusus DJBC.
Harianjogja.com, JOGJA-Pembagian rekening tabungan honor Dana Keistimewaan juga berlaku bagi abdi dalem Pura Pakualaman pada hari ini, Selasa (13/5/2014).
Putra Mahkota Pakualam Kanjeng Bendara Pangeran Haryo Prabu Suryodilogo mengatakan setidaknya jumlah abdi dalem di kadipaten terdapat 500 orang.
“Namun hanya setengahnya yang mendapatkan rekening,” ujar dia kepada wartawan di Kompleks Perkantoran Pemda DIY, Kepatihan, Senin (12/5/2014).
Sama dengan abdi dalem Kraton, mereka yang mendapatkan rekening adalah dengan kriteria honor di atas Rp300.000.
Menurut Kepala Biro Administrasi dan Kesra DIY itu, pembagian honor dengan rekening di Bank Pembangunan Daerah DIY lebih memudahkan sistem administrasi di kadipaten yang saat ini masih serba manual. Di sisi lain, juga memberikan keamanan pada para abdi dalem karena tidak membawa uang kontan di jalan. “Tapi, saya harap para abdi dalem tetap sowan ke kadipaten,” ujarnya.
Adapun yang terdata di Parentah Hageng Kraton, mereka yang mendapatkan rekening tabungan sekitar 1.200 abdi dari total 2.000 abdi dalem, yang dibagikan pada pukul 09.00 WIB pada tiga sampai empat hari berturut- turut. Sementara sisanya diberikan secara tunai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK menyita tiga moge dalam kasus korupsi Bea Cukai. Motor diduga dibeli sementara memakai dana operasional khusus DJBC.
Kemenpora mengajukan anggaran Rp4,019 triliun untuk 2027, termasuk Rp2,4 triliun bagi program prioritas kepemudaan dan olahraga.
Properti Kulonprogo masih stagnan meski YIA hadir. Spekulasi tanah dan minimnya kawasan terpadu menjadi sejumlah tantangan.
Fadli Zon menyiapkan buku sejarah tematik tentang kepahlawanan, termasuk sejarah Majapahit dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan 1945-1950.
MBG 3B telah menjangkau 10,8 juta penerima hingga 18 Agustus 2026. Pemerintah mengejar target 21 juta penerima manfaat.
Asphirasi Connect 2026 di Jogja memperkuat sinergi pengusaha Haji dan Umrah melalui konsolidasi, sharing bisnis, networking, dan business matching.