Karhutla Meluas, Polri Ungkap Modus Bakar Lahan untuk Buka Kebun
Polri menetapkan 72 tersangka kasus karhutla di Sumatra dan Kalimantan serta menelusuri dugaan pemodal di balik pembakaran lahan.
Harianjogja.com, KULONPROGO-Jumlah penderita demam berdarah Fengue (DBD) di Kecamatan Nanggulan menurun dibanding tahun sebelumnya. Kendati demikian, angka bebas jentik (ABJ) di wilayah yang dinyatakan sebagai endemis DBD tersebut masih rendah sehingga belum dikategorikan aman.
Data yang dihimpun dari UPTD Puskesmas Nanggulan menyebutkan, jumlah penderita DBD pada Januari sampai awal Mei 2014 sebanyak 10 orang, sedangkan pada periode yang sama di tahun lalu, penderita demam berdarah mencapai 27 orang.
Sementara, ABJ pada tahun ini berada pada kisaran 70% untuk wilayah tempat tinggal penderita DBD dan pada 2013 ABJ rata-rata 87,9% di tiap dusun.
Staf Unit Sanitarian UPTD Puskesmas Nanggulan, Bangun Nugroho Wibowo, membenarkan, terdapat penurunan jumlah pasien DBD di wilayah Nanggulan, terlebih tren biasanya menunjukkan terjadi peningkatan pasien DBD tiap Mei. “Namun, jika dilihat dari ABJ belum aman, karena minimal ABJ harus 95 persen,” sebutnya, Senin (12/5/2014).
Dia menuturkan, ABJ dilakukan dengan mensurvei tempat tinggal warga, misal dari 100 rumah yang disurvei, seharusnya tidak lebih dari lima rumah yang masih terdapat jentik nyamuk. Kenyataannya, di Nanggulan, ABJ belum memenuhi target ideal.
Kendati demikian, Puskesmas Nanggulan terus menyosialisasikan bahaya dan pencegahan penyakit DBD ke masyarakat, termasuk mengadakan program dusun sadar DBD sejak 2010 lalu, yang bertujuan mengubah perilaku masyarakat.
Tidak hanya itu, ia juga menggalakkan communication for behavior impact (Combi) yang mengedepankan pemaparan masalah DBD dan memberdayakan masyarakat untuk mencari solusinya.
“Kami juga membuat leaflet sebagai media komunikasi dan menyebarkannya di tiap dusun,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polri menetapkan 72 tersangka kasus karhutla di Sumatra dan Kalimantan serta menelusuri dugaan pemodal di balik pembakaran lahan.
Kemenpora mengajukan anggaran Rp4,019 triliun untuk 2027, termasuk Rp2,4 triliun bagi program prioritas kepemudaan dan olahraga.
Properti Kulonprogo masih stagnan meski YIA hadir. Spekulasi tanah dan minimnya kawasan terpadu menjadi sejumlah tantangan.
Fadli Zon menyiapkan buku sejarah tematik tentang kepahlawanan, termasuk sejarah Majapahit dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan 1945-1950.
MBG 3B telah menjangkau 10,8 juta penerima hingga 18 Agustus 2026. Pemerintah mengejar target 21 juta penerima manfaat.
Asphirasi Connect 2026 di Jogja memperkuat sinergi pengusaha Haji dan Umrah melalui konsolidasi, sharing bisnis, networking, dan business matching.