OPINI: Aspek Perpajakan dalam Progam Makan Bergizi Gratis
Salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam program MBG adalah perlakuan PPh atas bantuan pemerintah yang diterima yayasan
Asap sulfatara keluar dari Gunung Merapi saat dipotret dari Sabana 2 Gunung Merbabu, Boyolali, Jawa Tengah Minggu (27/4/2014). Menurut Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), status Gunung Merapi masih normal meskipun mengeluarkan asap sulfatara yang mencapai ketinggian sekitar 400 meter mengarah ke Barat Daya. (JIBI/Solopos/Antara/Teresia May)
Harianjogja.com, JOGJA – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi masih mempertahankan status Waspada Gunung Merapi, sedangkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menurunkan status Gunung Slamet dari Siaga ke Waspada. Penentuan status kedua gunung itu didasarkan pada aktivitas akhir-akhir ini.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Subandriyo mengatakan dengan melihat kegempaan di Merapi beberapa akhir ini belum dapat dikatakan menuju status Aktif Normal.
“Frekuensi kegempaan sekarang ini bergeser ke gempa vulkanik,” ujar Subandriyo saat ditemui Harianjogja.com di ruang kerjanya, Senin (12/5/2014).
Gempa vulkanik itu disertai dengan gempa low high frequency (LHF). BPPTKG mencatat gempa vulkanik pertama terjadi pada 5 Mei. Gempa itu terjadi kembali pada 7 Mei dengan jumlah kejadian sebanyak dua kali. Saat gempa vulkanik berlangsung, terjadi gempa tektonik terjadi sebanyak lima kali dan gempa tektonik jauh sebanyak satu kali. Subandriyo mengaku belum mengetahui peranan penting gempa tektonik itu pada Merapi. Tapi ketika terjadi gempa tektonik, mempengaruhi sistem merapi.
Buktinya, berturut-turut pada 8 sampai 12 Mei, saat gempa tektonik itu terjadi guguran dan gempa multiphase (MP). Gempa tektonik paling banyak tercatat pada 8 dan 9 Mei. Pada hari itu terjadi gempa MP sebanyak tiga dan 17 kali.
Sementara, status Gunung Slamet yang berada di perbatasan antara Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Brebes dan Tegal, Jawa Tengah diturunkan dari Siaga (level III) menjadi Waspada (level II) sejak Senin pukul 16.00 WIB.
"Setelah melakukan evaluasi terhadap kondisi Gunung Slamet, statusnya diturunkan dari Siaga menjadi Waspada," kata Kepala PVMBG M Hendrasto.
Meskipun status gunung tertinggi di Jawa Tengah tersebut turun, bukan berarti Gunung Slamet sudah terbuka dan tidak ada larangan terutama bagi para pendaki maupun warga sekitar lereng.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam program MBG adalah perlakuan PPh atas bantuan pemerintah yang diterima yayasan
Bantuan pangan pemerintah meringankan beban keluarga Hayati Sahempa, warga miskin di Bailang, Manado, yang hidup dengan dapur beralas tanah.
Isu Ducati dijual Volkswagen kembali muncul di tengah restrukturisasi. Nilai Ducati diperkirakan Rp23,75 triliun. CEO Audi sebut belum ada keputusan. Simak sele
Prabowo mendorong kesiapsiagaan bencana karena Indonesia berada di Ring of Fire dan meminta anggaran mitigasi ditambah signifikan.
PAD wisata Gunungkidul sudah lebih dari Rp50 miliar. DPRD mendorong target retribusi wisata 2026 dinaikkan menjadi Rp60 miliar.
Digitalisasi bansos telah menjangkau 258 daerah di 38 provinsi dengan lebih dari 4,2 juta keluarga terdaftar hingga 1 September 2026.