NTT Kembali Diguncang Gempa M4,0, Rumah Rusak Capai 53.971
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemerintah Kabupaten Kulonprogo rencanakan sejumlah program untuk peningkatan dan kemajuan Kota Wates. Di antaranya mengoptimalkan program yang telah berjalan serta pembaruan dalam program e-government.
Hal ini disampaikan Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo dalam acara syukuran atas penerimaan penghargaan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha 2014, Selasa (13/5/2014) di Gedung Kaca. “Kami berharap bisa mengoptimalkan inovasi-inovasi yang saat ini belum berjalan baik, seperti program kunjungan wali kelas pada siswa miskin ataupun program sister city,” ujar Hasto.
Hasto mengatakan penghargaan ini tak semata-mata sebagai sebuah kebanggaan. Tetapi juga merupakan upaya untuk meningkatkan kinerja supaya jauh lebih baik. Apalagi Kulonprogo menjadi salah satu dari dua kabupaten di DIY yang mendapatkan penghargaan ini sejak tahun 2008.
Dalam penilaian yang dilakukan oleh tim Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EKPPD) ternyata ada nilai tambahan yang mendongkrak. Diantaranya inovasi dalam pelayanan, sehingga ke depannya pihaknya akan terus melakukan inovasi layanan di setiap program yang ada. Inovasi yang dilakukan ini merupakan sebuah karya, bukan sekedar hasil bekerja.
“Sehingga banyak menghasilkan karya baru atau inovasi seperti senam angguk, layanan rumah sakit tanpa kelas, batik gebleg renteng, air minum dalam kemasan AirKu dan sebagainya,” imbuh Hasto.
Hasto memaparkan salah satu inovasi yang belum dioptimalkan adalah program sister city. Menurutnya, program ini penting untuk dilakukan. Agar nantinya dapat menjadi inovasi untuk membangun kota Wates.
“Misalnya zero residue garbage yang dilakukan dengan pemilahan sampah di tempat pembuangan akhir,” ujar Hasto.
Ke depannya, pemerintah kabupaten Kulonprogo juga akan melakukan pembaharuan dalam bidang e-government agar bisa memudahkan layanan pada masyarakat, diantaranya seperti e-PBB. Pembayaran PBB dengan sistem pulsa yang bekerja sama dengan provider seluler.
“Sedang dalam bidang pemberdayaan dan gotong royong akan mewujudkan PNS sebagai bapak asuh yang menunjukkan kepedulian sosial terhadap warga miskin di Kulonprogo,” jelas Hasto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
Kemenpora mengajukan anggaran Rp4,019 triliun untuk 2027, termasuk Rp2,4 triliun bagi program prioritas kepemudaan dan olahraga.
Properti Kulonprogo masih stagnan meski YIA hadir. Spekulasi tanah dan minimnya kawasan terpadu menjadi sejumlah tantangan.
Fadli Zon menyiapkan buku sejarah tematik tentang kepahlawanan, termasuk sejarah Majapahit dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan 1945-1950.
MBG 3B telah menjangkau 10,8 juta penerima hingga 18 Agustus 2026. Pemerintah mengejar target 21 juta penerima manfaat.
Asphirasi Connect 2026 di Jogja memperkuat sinergi pengusaha Haji dan Umrah melalui konsolidasi, sharing bisnis, networking, dan business matching.