Tiga Pemuda Ngawi Ditahan dalam Kasus Kekerasan Seksual Anak
Polres Ngawi menahan tiga tersangka kasus dugaan kekerasan seksual terhadap dua anak di bawah umur. Polisi menegaskan perlindungan korban menjadi prioritas.
Harianjogja.com, BANTUL-Fans JKT48 dikenal sebagai penggemar yang royal dan setia. Demi bertemu atau mendapatkan koleksi pernak-pernik idola, penggemar rela keluarkan uang hingga jutaan rupiah.
Dalam setiap konser JKT48, selalu terlihat antrean panjang fans, dan deretan penjual pernak-pernik JKT48. Dalam konser JKT48 yang digelar di Jogja Expo Center (JEC), Sabtu (10/5/2014), suasana serupa juga kelihatan. Deretan foto member berukuran cetak 3R dipajang rapi, beberapa di antaranya disimpan dalam album khusus oleh sang penjual. Menariknya harga yang ditawarkan cukup mahal untuk ukuran foto 3R, yaitu Rp70.000.
Widiharsono, 23, penjual merchandise mengatakan harga foto yang menampilkan Melody, member JKT dari tim J itu masih terbilang murah. Foto Nabilah yang juga dari Tim J laku dengan harga Rp700.000. Lebih dahsyatnya lagi, satu set foto berisi belasan member dapat mencapai Rp2,5juta. Adapun harga standar hanya dibanderol Rp50.000 untuk satu pack foto berisi lima foto secara acak.
Widi menjelaskan ada sejumlah foto yang memang sengaja dicetak terbatas oleh manajemen JKT48. Jumlah cetakan dan tahun dicetaknya foto memiliki nilai tersendiri. Beberapa foto oleh manajemen hanya dicetak sebanyak 27 lembar dari ribuan foto yang disebarkan. Belum lagi setiap dua minggu akan ada set foto baru sedangkan set foto yang lebih lama tak akan diproduksi kembali.
“Makanya foto-foto dari generasi awal harganya bisa berlipat. Bahkan bisa untuk investasi juga,” ujar pria yang masih mengenyam kuliah di IKIP PGRI Semarang ini.
Ada keunikan lain dalam JKT48, yaitu acara handshake dimana fans boleh berjabat tangan dan ngobrol dengan member JKT48 idolanya selama 10 detik. Syaratnya cukup membeli album dan mendapatkan tiket handshake atau membeli tiket langsung seharga Rp50.000.
“Uniknya fans JKT memang terkenal royal dan setia, jadi enggak ada masalah demi ketemu idola,” tandas Widiharsono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polres Ngawi menahan tiga tersangka kasus dugaan kekerasan seksual terhadap dua anak di bawah umur. Polisi menegaskan perlindungan korban menjadi prioritas.
Korlantas Polri menegaskan informasi aturan baru denda ban gundul Rp250.000 adalah hoaks. Sanksi tersebut sudah diatur dalam UU LLAJ.
Febri Diansyah mengungkap alasan menerima penunjukan sebagai kuasa hukum eks Jampidsus Febrie Adriansyah dan menegaskan fokus pada pembelaan hukum klien.
Sebanyak 20 kalurahan di Bantul menerima program budi daya ikan tematik dari KKP dengan pembangunan sedikitnya 20 kolam ikan di tiap kalurahan.
Nadeo Argawinata menegaskan Timnas Indonesia menargetkan gelar juara ASEAN Hyundai Cup 2026 untuk mengakhiri penantian 30 tahun.
Kaesang Pangarep menyatakan siap maju sebagai caleg DPR di Dapil V Jawa Tengah pada Pemilu 2029. PSI menyiapkan konsolidasi hingga tingkat RT.