NTT Kembali Diguncang Gempa M4,0, Rumah Rusak Capai 53.971
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
Sejumlah siswa dari salah satu SMA di Kabupaten Boyolali melakukan arak-arakan dengan sepeda motor melewati Jl. Perintis Kemerdekaan Boyolali, Selasa (20/5/2014). Aksi itu untuk merayakan kelulusan dalam Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/SMK. (Septhia Ryanthie/JIBI/Solopos)
Harianjogja.com, BANTUL- Tawuran antar pelajar saathttp://www.harianjogja.com/baca/2014/05/21/pengumuman-kelulusan-sma-siswa-sma-di-bantul-malah-tawuran-508995" target="_blank"> konvoi perayaan kelulusan SMA di Bantul, Selasa (20/5/2014) menyebabkan satu korban luka.
Korban bernama Dwi Wantara, 28, warga Bembem Rt 9 Desa Trimulyo, Kecamatan Jetis. Dia mengalami luka pada bagian kepala dan harus dilarikan ke rumah sakit Nurhidayah Jetis.
Informasi yang dihimpun Harianjogja.com menyebutkan, duel antarkelompok pelajar ini tidak diketahui penyebab awalnya. Diduga kubu SMK Pleret dan SMK Imogiri berpapasan dan saling ejek sehingga berujung tawuran di lokasi Lapangan Kembangsongo.
Dwi terluka terkena lemparan batu saat hendak menghalau kedua kubu. Uniknya, lemparan baru yang mengenai korban ini disinyalir bukan dari kubu siswa melainkan dari warga setempat dan diduga dari seseorang berinisial Ed yang bermaksud melempar batu ke arah kubu pelajar untuk menghalau pelajar.
“Kejadiannya sangat cepat. Begitu tawuran dan saling menghujani batu warga yang marah langsung mengusir kedua kubu,” kata Rahman warga setempat kepada wartawan sesaat setelah kejadian reda.
Tak hanya di Jetis, konvoi pelajar yang merayakan kelulusan di Pantai Parangtritis juga sempat diamankan petugas karena seorang dari rombongan kedapatan membawa sajam [senjata tajam].
Polisi memastikan pembawa sajam mengikuti rombongan konvoi bukan lagi tercatat sebagai pelajar. Pelaku pembawa sajam bernama Nanang Sugiyarto warga Mriyan, Tembi, Kecamatan Sewon telah diamankan ke polsek setempat untuk menjalani pemeriksaan.
“Yang diamankan polisi karena membawa sajam bukan teman kami,” kata Cahyo salah satu anggota konvoi yang enggan menyebutkan asal sekolah.
Dikonfirmasi Harianjogja.com, Kapolres Bantul AKBP Surawan memastikan belum mendapatkan laporan dari Polsek terkait adanya orang yang diamankan karena membawa sajam.
“Kami akan segera koordinasi. Kalau memang nanti terbukti kami akan kami proses hukum,” kata Surawan.
Konvoi arak-arakan sepeda motor di Bantul kemarin terlihat di sejumlah titik ruas jalan. Siswa berkeliling di sejumlah tempat dengan seragam yang dicorat-coret.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
Pemda DIY menekankan pentingnya membuktikan manfaat nyata keistimewaan bagi generasi muda sekaligus menjawab tantangan masa depan.
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.
Lima jodhang berisi hasil bumi dari empat kabupaten dan satu kota di DIY diserahkan dalam Puncak Memetri Kaistimewaan 14 Tahun Undang-Undang Keistimewaan (UUK)
Jadwal KSPN Jogja 1 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini, dengan tarif mulai Rp12.000.
Ratusan warga memadati kompleks Balai Budaya Tamanmartani, Kalasan, Sleman, untuk menyaksikan Puncak Memetri Kaistimewaan 14 Tahun Undang-Undang Keistimewaan