Mendagri Tito Usul Kepala Daerah Dapat Insentif dari PAD
Mendagri Tito Karnavian mengusulkan kepala daerah mendapat insentif dari PAD jika berhasil meningkatkannya. Aturan masih perlu dikaji bersama.
Harianjogja.com, JOGJA-Laporan keuangan Pemerintah Kota Jogja selama lima tahun terakhir ini tak cukup menggembirakan. Badan Pemeriksa Keuangan DIY memberikan warning pada pemerintahan yang dinahkodai Haryadi Suyuti tersebut. Sementara Gunungkidul mendapatkan Wajar Dengan Pengecualian (WDP) dan Kulonprogo Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
“Ini hati- hati kalau enggak ada perubahan. Sayang, pak Walikota tak menerima langsung penyerahan LHP. Kehadirannya diwakilkan Sekretaris Daerah Kota Titik Sulastri. Padahal, mau saya berikan warning,” kata Ketua BPK Perwakilan DIY Sunarto, seusai penyerahan laporan hasil pemeriksaan (LHP) kabupaten/kota se DIY Tahun Anggaran 2013 di Kantor BPK DIY, Kamis(22/5/2014).
Menurut dia, opini BPK atas laporan keuangan Pemkot Jogja bisa saja turun. Selama ini, perubahan pengelolaan keuangan yang dilakukan kota tidak secepat Pemda DIY. Maka tak heran, pada tahun lalu, Pemda DIY mendapatkan penilaian WTP murni. Pada LHP TA 2013 itu, Pemkot Jogja kembali mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dengan paragraf penjelas. Ia mencatat, opini semacam itu sudah diberikan sebanyak lima kali ini.
Pada tahun sebelumnya, paragraf penjelas diberikan atas permasalahan kemitraan dengan pihak ketiga dalam bentuk kerja sama terkait Terminal Giwangan. Kali ini, BPK memberikan paragraf penjelasan terkait belum dimasukannya penerimaan dari pengelolaan Education Hotel (Edotel) Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 4 dan SMKN 6, serta rumah susun sederhana sewa (rusunawa).
Permasalahannya, pendapatan dari pengelolaan Edotel dan rusunawa tersebut tidak dilaporkan ke kas daerah terlebih dahulu, tapi langung dibelanjakan.
Mewakili Haryadi yang tengah berada di Prancis memenuhi undangan dari Bank Dunia, Titik beralasan, penerimaan Edotel menjadi catatan BPK karena pengelolaan Edotel arahnya dikembangkan sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Sementara pembuatan BLUD, harus dibarengi dengan penyusunan renstra bisnis anggaran. Mengenai persoalan rusunawa, saat pemeriksaan BPK, rusunawa masih menjadi aset pusat. Penyerahan untuk menjadi aset daerah baru dilakukan belum lama ini.
Nasib serupa juga dialami Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. BPK juga masih memberikan catatan yang sama dengan tahun sebelumnya, yakni wajar dengan pengecualian (WDP), karena tidak melakukan penatausahaan aset tetap. Sementara “rapor” Pemerintah Kabupaten Kulonprogo membaik, dari sebelumnya WDP kini memperoleh opini WTP. Meski masih diikuti dengan paragraf penjelas, yakni belum diselenggarakannya kartu invetaris barang dan ruangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mendagri Tito Karnavian mengusulkan kepala daerah mendapat insentif dari PAD jika berhasil meningkatkannya. Aturan masih perlu dikaji bersama.
Gets Premiere Yogyakarta menggelar Mini Wedding Showcase dengan konsep pernikahan elegan, intim, dan promo menarik bagi calon pengantin.
PHE ONWJ menyisir perairan Karawang usai dugaan kebocoran pipa gas. Hasil pemeriksaan menunjukkan fasilitas operasi tetap aman dan normal.
Koperasi Merah Putih di DIY berkembang sesuai kebutuhan warga, mulai dari distribusi pupuk hingga pemasok sembako dan UMKM.
Munja menargetkan ekspor kendaraan pemadam kebakaran mulai 2027 setelah menguasai 35% pasar domestik dan membidik pangsa pasar 70%.
DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta melantik pengurus Baguna periode 2025-2030 sekaligus menggelar simulasi penyelamatan korban bencana di Sungai Gajahwong.