PHK Industri Tak Hanya Dipicu Harga Gas, Ini Penjelasan Said Iqbal
Said Iqbal menegaskan PHK industri tidak hanya dipicu harga gas, tetapi juga konflik global, daya beli melemah, dan relokasi investasi.
Harianjogja.com, BANTUL – Meskipun Bantul menjadi salah satu wilayah ‘kandang banteng’ juga Nadhlatul Ulama, tim sukses gabungan parpol koalisi capres Jokowi-Jusuf Kalla tingkat bawah sulit mewujudkan target suara bulat pemilih yang ada di Bantul.
Tim pemenangan pasangan capres Jokowi-Jusuf Kalla di Bantul menargetkan bakal meraup diatas 70% suara pada pilpres 9 Juli mendatang.
“Ini perhitungan realistis dari hasil pemilu legislatif lalu pada PDIP, PKB, Nasdem, Hanura dan PKPI di Bantul,” kata Ketua DPC PDIP Bantul Aryunadi didampingi parpol pengusung Jokowi-JK dalam jumpa pers, Sabtu (31/5/2014).
Menurutnya, pada pemilu legislatif 9 April lalu suara PDIP untuk DPR RI mencapai 40% dari suara sah. Ia optimis tidak akan ada penurunan suara pileg ke Pilpres nanti.
Angka tersebut belum ditambah dari perolehan suara mitra koalisi seperti PKB, Hanura, Nasdem, PKPI. Belum lagi, imbuh Aryunadi, sudah banyak suara dari partai koalisi lawan yang juga sudah siap bergabung mendukung pemenangan Jokowi-JK.
“Termasuk untuk penambahan pemilih dari kalangan pemilih pemula nanti juga kami garap dengan sungguh-sungguh. Jadi memang harus diatas 70 persen,” ujarnya.
Aryunadi menambahkan upaya mencapai target suara diatas harus dilakukan dengan kerja keras baik kader PDIP maupun bersama mitra koalisi. Seluruh alat dan sayap parpol dalam satu koalisi harus bergerak hingga ke tingkat dusun dan RT.
“Semua parpol pengusung harus bekerja secara maksimal. Tidak boleh ada yang tidak bekerja. Semua sayap parpol harus turun ke masyarakat ikut menjelaskan segamblang-gamblangnya visi misi Jokosi-JK,” imbuhnya.
Aryunadi menambahkan partai pengusung Jokowi-JK di Bantul yang harus dilakukan yakni masing-masing wajib mengamankan perolehan suara pilleg sebagai modal untuk pemenangan pilpres. Adapun segmen pemilih di luar perolehan suara pemilu legislatif akan terus dilakukan komunikasi politik melibatkan tim pemenangan koalisi di tingkat bawah.
“Koordinasi secara rutin antar parpol koalisi PDIP, PKB, Hanura, Nasdem, PKPI harus rutin dilakukan. Termasuk koordinasi dengan tim relawan non parpol yang sudah banyak muncul di Bantul,” tambah Aryunadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Said Iqbal menegaskan PHK industri tidak hanya dipicu harga gas, tetapi juga konflik global, daya beli melemah, dan relokasi investasi.
Institut Kemandirian Dompet Dhuafa memperluas peluang kerja hingga Jepang melalui pelatihan vokasi, kemitraan industri, dan sertifikasi kompetensi.
DJP menetapkan pemungutan pajak marketplace mulai 1 Agustus 2026. Berlaku bagi seller beromzet di atas Rp500 juta per tahun.
Kemenkes menyebut putusan MK yang menolak uji materi UU Kesehatan memperkuat dasar hukum penanganan KLB dan wabah di Indonesia.
Kemenhut mencatat 12,3 juta hektare lahan kritis di Indonesia membutuhkan rehabilitasi di tengah ancaman El Nino dan meningkatnya risiko karhutla.
Meksiko memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Ekuador 2-0 di Stadion Azteca, Mexico City.