Profil Lengkap KH Abdul Hakim Mahfud atau Gus Kikin, Ketum PBNU Terpilih 2026-2031
Gus Kikin terpilih menjadi Ketum PBNU 2026-2031. Simak profil, silsilah, pendidikan, perjalanan bisnis, hingga kiprahnya di NU.
Ilustrasi mayat (JIBI/Harian Jogja/Antara)
Harianjogja.com, SLEMAN—Seorang tersangka kasus penipuan dan penggelapan, Asih Yuliarti, 38, warga Desa Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Bantul, meninggal lantaran nekat menenggak cairan pembersih lantai, Kamis (5/6/2014) siang.
Korban berbuat nekat diduga karena depresi banyak korban yang melaporkan kasus penggelapan yang dilakukannya. Namun beberapa saat setelah menjalani perawatan, nyawa Asih tak tertolong.
Kapolres Sleman AKBP Ihsan Amin menjelaskan, pada Rabu (4/6/2014) sekitar pukul 21.30 WIB, tersangka dibawa ke Polsek Gamping dan selanjutnya diperiksa penyidik atas kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukannya.
Namun saat tiba di Mapolsek Gamping, tersangka muntah-muntah, pusing dan sesak napas. Oleh petugas, Asih kemudian dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Gamping, untuk menjalani pengobatan dan rawat inap karena korban mengalami panas dingin. "Dalam diagnosa, korban menderita gastritis dengan intoksikasi," kata Ihsan, Kamis malam.
Ihsan menambahkan, dari keterangan tersangka sendiri dan keluarganya, sebelum dibawa ke Mapolsek pada Rabu malam, tersangka sempat minum cairan pembersih lantai, revanol dan infus. Bahkan saat berada di rumah, tersangka sempat pingsan seusai meminum cairan itu.
"Kebetulan ada saksi yang melihat saat korban minum cairan dan obat-obatan. Dugaannya tersangka nekat karena depresi atas kasus yang menimpanya," kata Kapolres.
Tim medis RS PKU Muhammadiyah Gamping menyatakan, tersangka meninggal Kamis siang sekitar pukul 13.35 WIB, akibat cairan yang diminum. Sementara pihak keluarga sudah menerima dan tidak mempermasalahkan kejadian itu.
"Meninggalnya di rumah sakit, bukan di tahanan. Kami sudah bertindak sesuai SOP [standar operation system] saat tersangka mengeluh sakit langsung kami bawa ke rumah sakit," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gus Kikin terpilih menjadi Ketum PBNU 2026-2031. Simak profil, silsilah, pendidikan, perjalanan bisnis, hingga kiprahnya di NU.
Marc Marquez menyebut Indonesia sebagai balapan terburuk baginya. Ini alasan Mandalika menjadi kekhawatiran jelang MotoGP Indonesia 2026.
Apakah Anda mudah jatuh cinta dan mengidealkan pasangan? Kenali 7 ciri hopeless romantic agar tidak terjebak dalam hubungan buruk. Simak tanda-tandanya di sini!
Daihatsu kembali menghadirkan keseruan Daihatsu Kumpul Sahabat 2026 di Batam. Berlangsung pada 2–6 September 2026 di Mega Mall Batam Centre
BPBD Gunungkidul menyiapkan perpanjangan status siaga kekeringan hingga akhir November dan mengajukan 5.000 tangki air bersih.
Demo mahasiswa UGM digelar sore ini. Simpang Gramedia direkayasa situasional, berikut titik pengalihan dan rute alternatif bagi pengendara.