Kurangi Emisi Lintas Laju Urban, KAI Commuter Raih Penghargaan di JBBA
KAI Commuter Indonesia (KCI) Wilayah 6 dianugerahi penghargaan bergengsi dalam ajang Jogja Brand and Business (JBBA) 2026, Rabu (15/7)
Ilustrasi judi toto (JIBI/Solopos/Dok.)
Harianjogja.com, JOGJA-Warga kelurahan Nitikan, Kecamatan Umbulharjo, Jogja diresahkan dengan maraknya judi toto gelap (togel) di wilayahnya.
AN, 36, salah satu warga Nitikan, mengatakan, keberadaan judi togel di wilayahnya sudah berlangsung sejak lama hingga saat ini masih tetap beroperasi. Dia menduga perjudian tersebut melibatkan bandar besar, yang terbukti dari lamanya beroperasi.
“Sudah lama banget. Perjudian ini seperti dibiarkan saja padahal orang-orangnya sudah jelas,” ucap dia, Rabu (11/6/2014).
AN mengaku sudah melaporkan perjudian tersebut ke kepolisian namun laporan warga diakuinya belum ada tanggapan hingga kini. Warga sebenarnya sudah siap membubarkan perjudian tersebut namun AN berharap polisi yang bertindak.
Kepala Polresta Jogja Komisaris Besar Polisi Slamet Santoso mengaku berterimakasih atas laporan warga soal penyakit masyarakat. Slamet sangat mengapresiasi masyarakat yang proaktif melaporkan segala bentuk gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat terlebih saat ini kepolisian sedang melakukan operasi cipta kondisi jelang bulan puasa. “Akan segera kita tindaklanjuti,” tegas Slamet.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KAI Commuter Indonesia (KCI) Wilayah 6 dianugerahi penghargaan bergengsi dalam ajang Jogja Brand and Business (JBBA) 2026, Rabu (15/7)
Profil Destry Damayanti, Gubernur BI 2026-2031, mulai pendidikan, karier sebagai ekonom hingga perjalanan di Bank Indonesia.
Kementerian Koperasi mengusulkan tambahan anggaran Rp4,53 triliun untuk 2027, terutama untuk SDM, usaha, digitalisasi, dan pengawasan.
Ibu di Semin Gunungkidul membuang bayi yang baru dilahirkannya karena takut tak mampu menafkahi. Polisi menemukan petunjuk dari ceceran darah.
Erupsi Gunung Sinabung berdampak pada 21 penerbangan dari dan menuju Bandara Kualanamu pada 31 Agustus-1 September 2026.
Jalur pendakian Gunung Kerinci ditutup sementara mulai 1 September 2026 untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan.