Warga Kulonprogo Pertanyakan Jaminan Kesehatan Nasional

Redaksi Solopos
Redaksi Solopos Jum'at, 13 Juni 2014 02:22 WIB
Warga Kulonprogo Pertanyakan Jaminan Kesehatan Nasional

JIBI/Solopos/Maulana Surya Pasien rawat jalan mengantre untuk menggunakan fasilitas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di ruang tunggu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Moewardi, Jebres, Solo, Kamis (2/1). Selain peserta pengalihan dari Askes, Jamkesmas, TNI/PoIri dan Jamsostek, masyarakat dapat mendaftar menjadi peserta BPJS Kesehatan yang beroperasi pada 1 Januari 2014.

Harianjogja.com, KULONPROGO- Masyarakat di Kecamatan Sentolo Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mempertanyakan bagaimana mendapat jaminan kesehatan dengan berlakunya Jaminan Kesehatan Nasional melalui Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan di wilayah tersebut.

Kepala Desa Salamrejo Surono mempertanyakan kepada Pemkab Kulonprogo, dalam hal ini Dinas Kesehatan dengan berlakunya BPJS apakah masyarakat yang selama ini tidak mendapatkan jaminan kesehatan dari manapun masih bisa berobat gratis.

"Diberlakunya BPJS menjadikan kebingungan masyarakat. Apakah masyarakat yang tidak mendapatkan jaminan kesehatan dari manapun masih bias berobat gratis," kata Surono pada acara kunjungan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) di wilayah ini, Rabu (11/6/2014).

Surono menyampaikan beberapa usulan atau keinginan masyarakat. Dihadapan Kepala Dinas Kesehatan Kulonprogo Bambang Haryatno yang turut hadir saat itu, Surono minta kejelasan perihal BPJS.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis