Puluhan Perajin di Kulonprogo Ikuti Bimtek

Jum'at, 13 Juni 2014 03:20 WIB
Puluhan Perajin di Kulonprogo Ikuti Bimtek

KERAJINAN WAYANG POTEHI Seorang perajin menyelesaikan pengerjaan satu set wayang Potehi di Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (21/1). Hasil kerajinan tersebut kini makin diminati masyarakat terutama menjelang pergantian tahun pada kalender China atau Imlek dan dijual seharga Rp 50 juta - Rp 75 juta per set. ANTARA FOTO/Sahlan Kurniawan

Harianjogja.com, WATES-Sebanyak 24 perajin di Kulonprogo mengikuti bimbingan teknis (bimtek) produk kerajinan yang diselenggarakan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekrasnada) Kulonprogo dan PT BPD DIY, Rabu (11/6/2014).

Ketua Harian Dekranasda Kulonprogo Niken Probolaras mengatakan bimtek bermanfaat untuk menghadapi tantangan di masa yang akan datang. “Diperlukan pengrajin yang tangguh, inovatif, mampu bersaing, dapat mengikuti tren pasar, dan menyelesaikan permasalahan yang dihadapi,” urainya, Rabu.

Salah satu upaya yang ditempuh untuk menumbuhkan kreativitas, sebut Niken, yakni dengan penyelenggaraan lomba fashion kerajinan lengkap produk Kulonprogo, seperti, pembuatan baju yang diselaraskan dengan sarung, topi, tas, dan sandal khas Kulonprogo.

Ia menekankan, perajin dapat membuat kerajinan sampai tahap finishing untuk meningkatkan nilai jual, mengingat banyak produk dari Kulonprogo masih setengah sudah dijual. Akibatnya, keuntungan berlipat justru milik pihak ketiga dan bukan masyarakat Kulonprogo

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online