Modus Cari Kerja, Buruh di Klaten Curi Motor di Kartasura
Buruh asal Klaten ditangkap usai mencuri motor di Kartasura dengan modus pura-pura mencari kerja.
JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Sejumlah petani menanam padi di areal persawahan di Kretek, Bantul, DI. Yogyakarta, Kamis (02/01/2014). Badan Pusat Statistik (BPS) DIY menyampaikan bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) DIY pada Desember 2013 mencapai angka 103,15 atau mengalami penurunan sebesar 0,57% dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya. Sedang harga gabah kualitas GKP sebesar Rp 4.556 per kilogram di tingkat petani, atau turun 3,71% dari bulan sebelumnya.
Harianjogja.com, BANTUL-Petani di Bantul sulit menciptakan generasi baru akibat sektor pertanian dipandang tidak lagi memiliki daya tarik di kalangan muda. Rendahnya regenerasi petani membuka peluang lajunya alih fungsi lahan pertanian di kabupaten berslogan Projotamansari itu.
"Sangat lamban regenerasi petani kita. Mungkin malah angkanya akan terus menurun kalau tidak segera muncul kesadaran dan daya tarik baru," kata kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertahut) Bantul Partogi Dame Pakpahan kepada Harian Jogja, belum lama ini.
Partogi mengakui, persoalan tersebut juga dialami di berbagai daerah lain dan tidak saja melanda Bantul. Banyak anak petani yang enggan melanjutkan mengolah sawah setelah orang tuanya "pensiun" bertani.
Yang dijumpai dalam waktu ke waktu banyak generasi muda memilih bekerja di luar sektor pertanian seperti pabrik atau perusahaan swasta.
"Utamanya karena sektor pertanian dipandang kurang menjanjikan. Pertanian masih dipandang pekerjaan yang memberatkan," tambah Partogi.
Minimnya pertumbuhan petani di Bantul membuat Dispertahut khawatir. Apalagi, alih fungsi lahan pertanian produktif di Bantul makin tinggi. Tercatat, penyusutan lahan pertanian di Bantul sudah mencapai 40 hektare per tahun untuk lahan pemukiman baru, berdirinya perindustrian maupun berdirinya bangunan dan fungsi yang lain.
Kepala Dispertahut menilai perlu kebijakan pemerintah baru untuk memprioritaskan sektor pertanian, khususnya mengubah kebijakan sistem kedaulatan pangan dengan memangkas tingginya impor pangan nasional. Menurut dia, banyak pakar pangan nasional meyakini konsep kedaulatan pangan cukup strategis dalam menumbuhkan petani baru di seluruh daerah termasuk Bantul.
Partogi menambahkan, kedaulatan pangan otomatis akan membuka kesadaran publik sejalan dipangkasnya kebijakan impor pangan sehingga menjadi mandiri pangan. "Tentu harus pula diikuti pengalihan kebijakan anggaran impor ke sektor pertanian agar modal produksi pertanian menjadi mudah dan murah," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Buruh asal Klaten ditangkap usai mencuri motor di Kartasura dengan modus pura-pura mencari kerja.
Cek jadwal Angkutan KSPN Jogja Jumat 3 Juli 2026 menuju Obelix Sea View dan Pantai Drini. Tarif mulai Rp12.000 dari Malioboro.
DPRD DIY menilai pelaksanaan RTRW DIY 2023-2043 belum optimal. Pansus menemukan kesenjangan antara rencana tata ruang dan pembangunan.
Seorang satpam ditemukan meninggal di pos jaga perumahan di Kasihan, Bantul. Polisi menyatakan tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban.
Jadwal SIM Keliling Jogja Jumat 3 Juli 2026 resmi dirilis. Cek lokasi, jam layanan, Drive Thru, SIM MAMI, dan syarat perpanjangan SIM.
Evaluasi Kemendikdasmen menunjukkan 98 persen siswa lebih memahami materi berkat Papan Interaktif Digital dalam pembelajaran.