PENATAAN MALIOBORO : Ini Ide Pemenang yang Akan Diadaptasi

Kamis, 19 Juni 2014 16:21 WIB
PENATAAN MALIOBORO : Ini Ide Pemenang yang Akan Diadaptasi

JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Karya rancangan berjudul Teras Budaya menjadi pemenang dalam Sayembara Penataan Kawasan Malioboro yang dipamerkan di Hotel Grage, Dagen, Yogyakarta, Selasa (10/06/2014). Sayembara tersebut juga melibatkan publik dalam konsultasi publik,untuk menguji keinginan publik dan kosnep penataan.

Harianjogja.com, JOGJA-Kepala Bidang Cipta Karya DPU DIY Muh Mansur mengatakan lima kelompok pemenang Sayembara Penataan Malioboro akan dilibatkan dalam memberikan masukan penataan kawasan wisata di Jogja tersebut. Berikut ide-ide peserta lomba yang akan diadaptasi.

Teras Budaya
http://www.harianjogja.com/baca/2014/06/11/penataan-malioboro-ini-ide-pemenang-sayembara-penataan-malioboro-512580">Desain yang ditawarkan oleh juara pertama, berupa pengaturan tata ruang Tugu sebagai ruang publik disebutnya menjadi ide yang akan diterapkan. Dari rancangan tersebut, di bagian tenggara Tugu akan dibangun Golong Gilig atau bangunan asli Tugu).

Mansur mengatakan, golong gilig tersebut bakal direalisasikan menyusul telah dibebaskannya lahan di tenggara Tugu oleh Dinas Kebudayaan DIY. Namun dia mengaku belum mengetahui persis jadwal mengenai pembangunan fisiknya.

Referensi lain yang ditawarkan Teras Budaya adalah mempermudah orientasi pengunjung di Malioboro dengan membangun Tetenger berupa smart bolard HA-NA-CA-RA-KA berbentuk kotak bewarna merah di sepanjang Maliboro sampai Tugu. Jumlahnya mengikuti jumlah huruf jawa itu sebanyak 20 buah.

Mlampah-mlampah
Terobosan lain adalah dengan membangun http://www.harianjogja.com/baca/2014/06/10/penataan-malioboro-maket-peserta-dari-luar-jogja-sky-walk-pukau-sultan-512423">sky walk yang mengelilingi Tugu. Referensi ini berdasarkan desain juara kedua dengan judul Mlampah-Mlampah. Sky walk dibangun di atas jalan tapi tidak lebih tinggi dengan Tugu. Untuk menaikinya, pengunjung difasilitasi eskalator.

Kepala Seksi Purbakala Dinas Kebudayaan DIY Dian Laksmi mengingatkan agar desain penataan itu dikoordinasikan dengan berbagai sektor. Terutama kepada Dinas Kebudayaan DIY yang lewat program keistimewaan DIY memiliki konsep menjadikan Malioboro sebagai bagian city of filosofy. Ia menyampaikannya saat hasil lima pemenang dipresentasikan di hadapan publik di Hotel Grage, Jalan Sosrowjiayan pada Selasa (10/6/2014) lalu.

“Koordinasi itu mudah diucapkan, tapi sulit dilaksanakan,” ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online