Siswi Sekolah Rakyat Sragen Meninggal, Sempat Demam dan Kejang
Siswi Sekolah Rakyat Sragen meninggal setelah demam, muntah, dan kejang. Ia sempat menjalani pemeriksaan sebelum dirujuk ke rumah sakit.
SIMULASI BAGI PEMILIH DISABILITAS Penyandang disabilitas mengikuti "Sosialisasi dan Simulasi untuk Pemilih Disabilitas Pemilu 2014" di gedung Komisi Pemilihan Umum, Jakarta Pusat, Jumat (4/4). Acara yang digelar KPU bersama Pusat Pemilihan Umum Akses Penyandang Cacat (PPUA Penca) itu bertujuan untuk memberi pemahaman lebih bagi pemilih yang menyandang disabilitas saat pencoblosan pada Pemilu mendatang. ANTARA FOTO/Fanny Octavianus
Harianjogja.com, KULONPROGO-Pelaksanaan pemilu di Kulonprogo belum ramah terhadap penyandang disabilitas. Petugas Pemilihan Kecamatan (PPK) disinyalir kurang peka terhadap isu tersebut.
Divisi Sosialisasi dan Humas Komisi Pemilihan Umum Kulonprogo, Tri Multasih, menuturkan berdasarkan pantauan di lapangan saat penyelenggaraan pemilihan legislatif (pileg) lalu, tempat pemungutan suara (TPS) di Kulonprogo belum sepenuhnya dapat diakses penyandang disabilitas. Dicontohkannya, bagi penyandang disabilitas yang menggunakan kursi roda akan kesulitan saat melakukan pencoblosan karena meja bilik suara terlalu tinggi.
“Hal-hal semacam itu tidak terpikirkan oleh PPK karena mungkin kepekaan mereka kurang terasah karena tidak pernah menghadapi penyandang disabilitas,” jelasnya seusai sosialisasi pilpres bagi penyandang disabilitas di SLB Bhakti Wiyata, Selasa (24/6/2014).
Oleh karena itu, kata Tri, KPU Kulonprogo memanfaatkan sosialisasi pilpres kepada penyandang disabilitas untuk menerapkan pemilu yang lebih ramah. Pada kesempatan itu, penyandang disabilitas dapat secara langsung menyampaikan maksud sekaligus mendapatkan informasi yang tepat.
Adapun materi sosialisasi yang diberikan seperti memahami template surat suara huruf Braille, melakukan simulasi pencoblosan surat suara di bilik, serta mencelupkan jari ke dalam tinta sesuai mencoblos. Adapun jumlah penyandang tuna netra di Kulonprogo sebanyak 87 orang yang tersebar di berbagai kecamatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Siswi Sekolah Rakyat Sragen meninggal setelah demam, muntah, dan kejang. Ia sempat menjalani pemeriksaan sebelum dirujuk ke rumah sakit.
Pemerintah mendorong penindakan dugaan pelanggaran beras fortifikasi. Temuan 25 merek disebut berpotensi merugikan konsumen hingga Rp89 triliun.
Antrean Pertalite di SPBU Galur Kulonprogo mengular hingga Jalan Raya Brosot. Puluhan motor mengantre pada Senin malam.
Icomex dijadwalkan diresmikan 17 September 2026. OJK dan DPR mempercepat regulasi sebelum pengawasan BMKS beralih ke OJK pada 2027
Taman Edupark Gemolong diperketat setelah video remaja bermesraan viral. Pengawasan, penerangan, dan pembatasan malam akan ditingkatkan.
Aktivitas Merapi dan kondisi alam menjadi pertimbangan wisatawan sebelum berkunjung ke Sleman, meski wisata kawasan Merapi tetap diminati.