5 Fakta Tanjung Verde, Debutan Piala Dunia 2026 Penantang Argentina
Simak lima fakta menarik Tanjung Verde, debutan Piala Dunia 2026 yang sukses lolos ke babak 32 besar dan akan menghadapi Argentina.
Ilustrasi akta kelahiran (JIBI/Solopos/Dok.)
Harianjogja.com, KULONPROGO—Hampir separuh dari jumlah penduduk di Kulonprogo tidak memiliki akta kelahiran. Rata-rata tingkat pendidikan yang masih rendah disinyalir menjadi salah satu penyebabnya, sehingga masyarakat tidak merasa perlu memiliki dokumen yang menjadi dasar kepengurusan segala administrasi tersebut.
Data yang dihimpun dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dindukcapil) Kulonprogo, pada 2013 jumlah penduduk yang memiliki akta kelahiran hanya 265.387 orang dari total penduduk di Kulonprogo sebanyak 416.209 jiwa.
Kepala Dindukcapil Kulonprogo Julistyo merasa prihatin dengan masih rendahnya kepemilikan akta kelahiran di Kulonprogo. “Kami sudah melakukan sosialisasi di masyarakat dan berulang kali memaparkan pentingnya memiliki akta kelahiran,” ujarnya, Selasa (24/6/2014).
Ia memaparkan, akta kelahiran penting untuk mengurus administrasi lainnya seperti ijazah sekolah hingga surat tanah. Untuk mengurusnya pun, kata dia, tidak dikenai biaya, kecuali sudah melampaui batas waktu 60 hari dari kelahiran akan dikenai denda Rp25.000.
Bahkan, tahun ini Dindukcapil Kulonprogo juga melayani pengurusan akta kelahiran dengan sistem jemput bola. Menurutnya animo masyarakat dalam program jembut bola tersebut besar.
Disebutkannya, terdapat 60-an orang di Kalibawang yang mengurus akta kelahiran dalam program jemput bola itu. Untuk 2014, baru dilakukan di Kecamatan Kalibawang, mengingat jumlah personel Dindukcapil terbatas. Rencananya, hal serupa akan dilakukan bergiliran di kecamatan lainnya.
Menurutnya, salah satu penyebab minimnya kesadaran karena tingkat pendidikan penduduk yang masih rendah. “Semakin tinggi pendidikan selalu membutuhkan akta kelahiran untuk mengurus ijazah dan sebagainya,” terang Julis.
Data yang dihimpun dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kulonprogo, menyebutkan pada 2012 persentase penduduk di Kulonprogo yang menamatkan pendidikan di jenjang SMA hanya 28% dan yang tamat perguruan tinggi sekitar 6%. Sisanya, tidak mengenyam pendidikan, lulusan SD, dan lulusan SMP.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Simak lima fakta menarik Tanjung Verde, debutan Piala Dunia 2026 yang sukses lolos ke babak 32 besar dan akan menghadapi Argentina.
BPOM temukan obat palsu Codrela dan Trivam Fliege. Tak terdaftar, berbahaya, dan beredar luas di marketplace.
Kemendag tarik Minyakita berbau solar dari peredaran. Produk diganti dan produsen terancam sanksi tegas.
Alyakha Kolektif Angkat Ancaman Deforestasi Papua Lewat Instalasi "Nafas Kehidupan" di ARTJOG 2026
Registrasi SIM card kini wajib biometrik wajah mulai 1 Juli 2026. Kemkomdigi larang penggunaan NIK dan KK tanpa verifikasi.
China siapkan 12 profesi baru di era AI dan ekonomi digital. Industri AI tembus 1,2 triliun yuan, peluang kerja makin luas.