BMKG Catat 1.598 Gempa Susulan di NTT, Terbesar M6,2
BMKG mencatat 1.598 gempa susulan setelah gempa M7,7 mengguncang NTT. Gempa terbesar M6,2 dan aktivitas diprediksi meluruh 2–3 pekan.
Wisatawan mengunjungi kompleks Taman Wisata Candi (TWC) Prambanan di Sleman, DIY. - Antara/Hendra Nurdiyansyah
Harianjogja.com, JAKARTA — Perdana Menteri India Narendra Modi dijadwalkan mengunjungi Jogja pada 8 Juli 2026 sebagai bagian dari lawatan kenegaraannya ke Indonesia. Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kerja sama bilateral, khususnya dukungan India terhadap pemugaran Candi Prambanan.
Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, menjelaskan bahwa rencana tersebut merupakan tindak lanjut dari Pernyataan Bersama tahun 2025 antara kedua negara. Dalam kesepakatan itu, India berkomitmen mendukung upaya restorasi salah satu warisan budaya dunia tersebut.
“Mengenai Yogyakarta, kunjungan beliau berkaitan dengan komitmen India dalam mendukung pemugaran Candi Prambanan,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (3/7/2026).
Sejak kesepakatan itu, India telah menjalin kolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan RI, Indonesian Heritage Institute, serta Archaeological Survey of India (ASI). Lembaga tersebut dikenal memiliki pengalaman luas dalam pemugaran situs bersejarah dunia.
ASI sebelumnya terlibat dalam restorasi Angkor Wat di Kamboja dan saat ini tengah mengerjakan proyek serupa di Laos serta Vietnam. Tim ASI juga telah melakukan peninjauan langsung ke Candi Prambanan dan menyusun laporan teknis yang kini memasuki tahap evaluasi.
Chakravorty menyebut, pengumuman resmi dimulainya proyek pemugaran berpotensi dilakukan saat pertemuan antara Modi dan Presiden RI Prabowo Subianto.
Ia menilai, keberhasilan pemugaran Prambanan akan berdampak besar terhadap sektor pariwisata, khususnya di Jogja. Menurutnya, situs tersebut berpotensi menarik lebih banyak wisatawan mancanegara, termasuk dari India.
“Jogja memiliki daya tarik yang sangat kuat. Jika pemugaran ini berhasil, kunjungan wisatawan global diperkirakan meningkat signifikan,” katanya.
Secara keseluruhan, kunjungan Modi ke Indonesia dijadwalkan berlangsung pada 6–8 Juli 2026. Ia akan tiba di Jakarta pada 6 Juli malam, kemudian menjalani agenda kenegaraan pada 7 Juli, termasuk pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto dan jamuan resmi kenegaraan.
Selain itu, Modi juga dijadwalkan menyampaikan pidato di hadapan komunitas India di Indonesia.
Pada 8 Juli, ia akan melanjutkan perjalanan ke Jogja sebelum bertolak ke Australia dalam rangkaian kunjungan kawasan Indo-Pasifik.
Kunjungan ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat hubungan India dan Indonesia di berbagai sektor, mulai dari pertahanan dan keamanan, perdagangan dan investasi, hingga kerja sama energi, ketahanan pangan, hilirisasi mineral, serta peningkatan kapasitas di bidang kesehatan dan pendidikan.
Terakhir kali Narendra Modi berkunjung ke Indonesia adalah pada 2023 saat menghadiri KTT India-ASEAN. Kini, kunjungan terbarunya membawa misi yang lebih luas, termasuk memperkuat kerja sama budaya melalui pemugaran Candi Prambanan yang menjadi simbol penting hubungan historis kedua negara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BMKG mencatat 1.598 gempa susulan setelah gempa M7,7 mengguncang NTT. Gempa terbesar M6,2 dan aktivitas diprediksi meluruh 2–3 pekan.
Cek rute Trans Jogja aktif dan tarif terbaru 2026. Pembayaran bisa memakai QRIS, GoPay, kartu elektronik, hingga kartu pelajar.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Selasa 18 Agustus 2026 lengkap dengan rute ke Sleman, Kota Jogja, Gamping, Condongcatur, dan tarif Rp80.000.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo, Selasa 18 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.
Prakiraan cuaca DIY Selasa 18 Agustus 2026 didominasi udara kabur. Sleman diprediksi cerah, sementara wilayah lain perlu waspada jarak pandang terbatas.
Neeltje Deliana Insjowi Werimon, Paskibraka asal Jayapura, menjadi pembawa baki bendera saat penurunan Sang Merah Putih di Istana Merdeka.