Babak Baru Restorasi Candi Prambanan, Indonesia Gandeng India

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Rabu, 08 Juli 2026 13:57 WIB
Babak Baru Restorasi Candi Prambanan, Indonesia Gandeng India

Wisatawan memadati Candi Prambanan. /Injourney.

Harianjogja.com, SLEMAN—Upaya pelestarian Kompleks Candi Prambanan memasuki babak baru setelah Indonesia dan India menyepakati kerja sama restorasi serta konservasi situs warisan dunia UNESCO tersebut. Kesepakatan ini menjadi bagian dari penguatan hubungan budaya kedua negara.

"Kami menyambut baik restorasi dan konservasi Kompleks Candi Prambanan yang merupakan situs warisan dunia UNESCO, serta penetapan tahun 2026-2027 sebagai Tahun Tagore-Dewantara bagi diplomasi budaya dan pendidikan Indonesia-India," kata Presiden Prabowo Subianto dalam pernyataan bersama dengan Perdana Menteri India Narendra Modi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Prabowo mengatakan restorasi Kompleks Candi Prambanan mencerminkan ikatan peradaban dan kebudayaan yang telah lama terjalin antara Indonesia dan India. Komitmen tersebut juga telah ditegaskan dalam pernyataan bersama kedua pemimpin pada 2025.

Restorasi Kompleks Candi Prambanan akan dilaksanakan melalui kerja sama Pemerintah Indonesia dan Archaeological Survey of India (ASI). Dalam rangkaian kunjungan kenegaraannya, Perdana Menteri Narendra Modi dijadwalkan mengunjungi Kompleks Candi Prambanan pada Rabu (8/7).

Selain itu, kedua negara menetapkan 2026–2027 sebagai Tahun Tagore-Dewantara untuk memperkuat diplomasi budaya dan pendidikan. Penetapan tersebut memperingati pertemuan tokoh pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara dengan sastrawan dan filsuf India Rabindranath Tagore di Jogja pada 1927.

"Berbagai inisiatif tersebut mencerminkan ikatan peradaban yang telah lama terjalin antara Indonesia dan India. Sekaligus kita bertekad untuk meningkatkan kerja sama di bidang pendidikan, riset dan teknologi, kebudayaan, dan people-to-people contact," ujar Prabowo.

Prabowo dan Modi juga mendukung pendirian kampus Indian Institute of Management (IIM) di Indonesia serta menjajaki kemungkinan kehadiran Indian Institute of Technology (IIT).

Dalam pernyataan bersama seusai pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, PM Modi menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan Presiden Prabowo dan Pemerintah Indonesia selama kunjungannya.

"Saya yakin bahwa mulai hari ini [kemarin], kemitraan India-Indonesia akan memasuki babak emas yang baru. Babak ini akan memberikan dampak positif yang besar bagi dunia abad ke-21 dan bagi seluruh umat manusia," ujar PM Modi.

PM Modi mengatakan hubungan India dan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir berkembang semakin kuat dengan tumbuhnya kepercayaan serta pendalaman kerja sama di berbagai sektor. Pertemuan kedua pemimpin negara menghasilkan 15 kesepakatan bersama.

Nilai Diplomatik Prambanan

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan bantuan dari Pemerintah India menjadi bentuk kerja sama internasional yang bernilai karena negara tersebut memiliki pengalaman panjang dalam konservasi cagar budaya. Namun, seluruh proses pemugaran tetap harus mengacu pada kaidah pelestarian, rekomendasi para ahli, ketentuan nasional, serta standar UNESCO.

Menurutnya, pelestarian Kompleks Candi Prambanan tidak hanya bertujuan menjaga bangunan cagar budaya, tetapi juga mempertahankan nilai sejarah, budaya, sekaligus keberlanjutan sektor pariwisata.

Hingga saat ini, Pemda DIY belum menerima informasi mengenai jadwal pelaksanaan fisik restorasi Kompleks Candi Prambanan.

Menurut Dosen Ilmu Hubungan Internasional Universitas Sriwijaya, I Kadek Andre Nuaba mengatakan komitmen India untuk membantu restorasi dan revitalisasi Kompleks Candi Prambanan menjadi momentum penting bagi penguatan diplomasi warisan budaya Indonesia.

Ia mengatakan Prambanan kini telah berkembang dari sekadar situs warisan budaya menjadi instrumen diplomasi yang strategis bagi Indonesia.

Namun, keberhasilan kerja sama tersebut tidak hanya bergantung pada pemugaran fisik candi, melainkan juga pada tata kelola yang mampu menyeimbangkan kepentingan diplomasi, konservasi, dan praktik keagamaan.

"Kerja sama restorasi dengan India menunjukkan bahwa Prambanan memiliki nilai budaya sekaligus diplomatik. Namun, pengelolaannya harus mampu mengakomodasi kepentingan negara, umat Hindu, wisatawan, serta standar konservasi internasional," kata I Kadek, seperti dikutip dari Antara, Selasa.

Restorasi juga direncanakan mencakup kawasan Candi Sewu dan Plaosan. Ia menilai Indonesia memiliki posisi yang unik karena mampu mengelola situs warisan Hindu yang masih aktif digunakan untuk beribadah di negara dengan mayoritas penduduk Muslim.

Posisi tersebut menjadi modal penting dalam membangun citra Indonesia sebagai negara yang menjunjung toleransi dan pelestarian warisan budaya dunia.

Menyambut kunjungan Narendra Modi, pengelola kawasan Candi Prambanan, InJourney Destination Management (IDM) melakukan penyesuaian operasional Kawasan Taman Wisata Candi Prambanan pada Selasa (7/7) dan Rabu (8/7).
Selama penyesuaian operasional kawasan tetap menerima kunjungan wisatawan di area Candi Sewu, Candi Lumbung, Candi Bubrah, dan Lapangan Siwa.

“Akses masuk wisatawan dialihkan melalui Pintu Candi Sewu, Klaten. Tiket yang telah dibeli secara daring untuk tanggal tersebut tetap berlaku dengan penyesuaian area kunjungan serta tambahan fasilitas bagi pengunjung,”
Direktur Komersial IDM Gistang. Sedangkan untuk pembelian tiket secara langsung di lokasi hanya dilayani hingga pukul 15.00 WIB.

IDM mengimbau masyarakat dan wisatawan yang telah merencanakan kunjungan pada Selasa (7/7) hingga Rabu (8/7) agar menyesuaikan jadwal perjalanan. Informasi mengenai operasional kawasan dan layanan pengunjung dapat diperoleh melalui akun Instagram @prambananpark.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online