Dugaan Keracunan MBG, SOP SPPG di Sleman Bakal Diperkuat
Satgas MBG Sleman membahas penguatan SOP SPPG usai audiensi Warga Peduli Anak dengan DPRD Sleman terkait dugaan keracunan pangan.
Taman Budaya. - Foto ilustrasi dibuat oleh AI/ChatGPT
Harianjogja.com, SLEMAN— Pembangunan lanjutan Taman Budaya Sleman menunjukkan perkembangan positif. Hingga pekan ke-10 pelaksanaan, realisasi fisik proyek mencapai 93,746%, melampaui target atau rencana pekerjaan sebesar 87,587%. Dengan capaian tersebut, proyek mencatat deviasi positif 6,160% dan berada di depan jadwal yang telah ditetapkan.
Berdasarkan laporan kemajuan pekerjaan periode 21–27 Juni 2026 yang disusun Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman, proyek strategis tersebut terus mengalami percepatan menjelang target penyelesaian pada Juli mendatang.
Kepala Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman, Haryadi Widodo, mengatakan pembangunan lanjutan Taman Budaya Sleman dilaksanakan sejak diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) pada 24 April 2026.
Proyek yang dianggarkan sekitar Rp137,5 miliar itu ditargetkan mencapai tahap Provisional Hand Over (PHO) pada 22 Juli 2026.
Hingga akhir Juni, masa pelaksanaan pekerjaan telah memasuki hari ke-65 atau sekitar 72% dari total durasi kontrak. Sementara itu, waktu yang tersisa untuk penyelesaian proyek masih sekitar 25 hari atau 28% dari keseluruhan masa kerja.
Meski progres waktu baru mencapai sekitar 72%, realisasi fisik proyek telah mendekati 94%. Kondisi tersebut menunjukkan pekerjaan berjalan lebih cepat dibandingkan jadwal yang direncanakan.
Pembangunan Taman Budaya Sleman merupakan proyek lanjutan yang dikerjakan Pemerintah Kabupaten Sleman melalui DPUPKP. Pada tahun anggaran 2026, fokus pekerjaan diarahkan pada pematangan lahan lanjutan serta pembangunan berbagai sarana dan prasarana pendukung kawasan.
Selain memastikan penyelesaian pembangunan fisik, Pemkab Sleman juga mulai menyiapkan tahapan pengelolaan kawasan setelah proyek rampung.
"Kalau untuk paket pengerjaan lanjutan tahun depan, sudah ada jadwal rencana skema pendanaan dari Paniradya Keistimewaan," kata Haryadi saat dihubungi, Senin (29/6/2026).
Sementara itu, Kepala Bidang Adat, Tradisi, Lembaga Budaya, dan Seni Dinas Kebudayaan Sleman, Dekhi Nugroho, sebelumnya menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan dokumen kajian pembentukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Taman Budaya Sleman.
Menurut Dekhi, pembentukan UPT belum dapat dilakukan dalam waktu dekat karena proses pembangunan fisik kawasan masih berlangsung.
Nantinya, pembentukan UPT akan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah, antara lain Bagian Organisasi, Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).
Keberadaan UPT dinilai penting untuk memastikan pengelolaan Taman Budaya Sleman dapat berjalan optimal setelah seluruh pembangunan fisik selesai dan kawasan mulai beroperasi.
Dengan progres yang telah mencapai hampir 94 persen, Taman Budaya Sleman semakin mendekati tahap penyelesaian. Kawasan tersebut diharapkan menjadi salah satu pusat kegiatan seni, budaya, dan pelestarian tradisi di Kabupaten Sleman setelah resmi beroperasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Satgas MBG Sleman membahas penguatan SOP SPPG usai audiensi Warga Peduli Anak dengan DPRD Sleman terkait dugaan keracunan pangan.
Harga emas Pegadaian 29 September 2026 untuk Antam, Galeri24, dan UBS lengkap dengan harga jual serta buyback berbagai ukuran.
FIFA membahas kemungkinan dana tambahan untuk 211 asosiasi anggota. UEFA dan Concacaf mengusulkan minimal US$10 juta per anggota.
Kuasa Gelap: Perjanjian Darah menghadirkan Rephaim, entitas kuno yang memperluas teror hingga satu wilayah. Tayang 8 Oktober 2026.
Polisi mengamankan remaja di Maguwoharjo, Sleman, setelah kecelakaan. Polisi menemukan celurit 50 cm yang diduga akan digunakan untuk tawuran.
Indonesia ditahan Malaysia 0-0 di FIFA ASEAN Cup 2026. Media Vietnam menyoroti permainan Garuda setelah Thom Haye dikartu merah.