Berpakaian Adat, 1.000 Siswa Sleman Sambut Prabowo dan Narendra Modi

Catur Dwi Janati
Catur Dwi Janati Rabu, 08 Juli 2026 13:17 WIB
Berpakaian Adat, 1.000 Siswa Sleman Sambut Prabowo dan Narendra Modi

Para siswa bersiap menyambut kedatangan Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India, Narendra Modi di area Monumen Pangkalan TNI AU pada Rabu (8/7/2026). /Harian Jogja-Catur Dwi Janati.

Harianjogja.com, SLEMAN— Sebanyak 1.000 siswa SD dan SMP di Kabupaten Sleman turut ambil bagian dalam penyambutan Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi yang melakukan agenda kenegaraan di kawasan Candi Prambanan, Rabu (8/7/2026). Para pelajar tampil mengenakan busana adat Jawa Gagrak Ngayogyakarta sambil membawa bendera Indonesia dan India di sepanjang jalur yang dilalui rombongan.

Penyambutan dilakukan sebagai bagian dari rangkaian kunjungan Presiden RI bersama Perdana Menteri India ke kawasan warisan budaya tersebut. Pemerintah Kabupaten Sleman membagi peserta menjadi dua kelompok agar proses penyambutan berlangsung tertib dan tidak terlalu lama.

Siswa Berjajar di Jalur Kedatangan Presiden

Sejak sekitar pukul 09.00 WIB, ratusan siswa mulai berdatangan ke kawasan sekitar Monumen Pangkalan TNI AU. Sebagian diantar orang tua menggunakan sepeda motor maupun mobil, sementara lainnya tiba secara berkelompok menggunakan bus.

Para siswa kemudian menempati titik-titik yang telah ditentukan di sepanjang Jalan Marsma TNI Dewanto dan sebagian lainnya di Jalan Laksda Adisucipto.

Seluruh peserta mengenakan pakaian adat Jawa Gagrak Ngayogyakarta. Siswa laki-laki memakai surjan, sedangkan siswi mengenakan kebaya. Selama menunggu iring-iringan tamu negara melintas, mereka memegang bendera Merah Putih dan bendera India.

Dibagi Menjadi Dua Sesi

Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Mustadi, mengatakan sekitar 1.000 siswa SD dan SMP dilibatkan dalam kegiatan tersebut.

"Jadi 1.000 siswa SD dan SMP. Kita bagi dua kelompok. Pertimbangannya adalah biar tidak terlalu lama," kata Mustadi pada Rabu (8/7/2026).

Ia menjelaskan, kelompok pertama yang berjumlah sekitar 500 siswa bertugas menyambut saat kedatangan Presiden. Sementara kelompok kedua akan berada di lokasi ketika Presiden kembali dari agenda kunjungan.

"Kelompok pertama 500 anak, SD dan SMP. Nanti kelompok yang pas Pak Presiden kondur (pulang) ke sini juga ada satu kelompok lagi. Begitu ya. Ya, alhamdulillah semua bisa terkondisi dengan baik," imbuhnya.

Mustadi menegaskan keikutsertaan siswa dalam penyambutan tersebut tidak bersifat wajib.

"Ya ora [ya tidak] mewajibkan," ujarnya.

"Ya kalau memang ada hal-hal yang memang tidak bisa, ya tidak apa-apa," tandasnya.

Menurutnya, siswa yang dilibatkan berasal dari sekolah-sekolah di wilayah Depok, Kalasan, dan Berbah. Pemerintah daerah juga menyiapkan makanan ringan serta bendera bagi siswa dan guru yang mengikuti kegiatan tersebut.

Kunjungan Kenegaraan Digelar di Kawasan Candi Prambanan

Presiden Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri India Narendra Modi dijadwalkan menjalani kunjungan kenegaraan di kawasan Candi Prambanan pada Rabu (8/7/2026).

Selama agenda berlangsung, kawasan wisata tetap menerima kunjungan masyarakat dengan sejumlah penyesuaian operasional. Wisatawan masih dapat mengakses Candi Sewu, Candi Lumbung, Candi Bubrah, serta Lapangan Siwa pada 7–8 Juli 2026 melalui Pintu Candi Sewu, Klaten.

Tiket yang telah dibeli secara daring tetap berlaku dengan penyesuaian area kunjungan disertai tambahan fasilitas bagi pengunjung. Sementara itu, pembelian tiket secara langsung di lokasi hanya dilayani hingga pukul 15.00 WIB.

InJourney Pastikan Pengalaman Wisata Tetap Optimal

Direktur Komersial InJourney Destination Management, Gistang Panutur, memastikan penyesuaian operasional selama kunjungan kenegaraan tidak mengurangi kualitas layanan bagi wisatawan.

Ia menegaskan pengunjung tetap dapat menikmati kekayaan sejarah dan budaya di kawasan cagar budaya tersebut dengan mengedepankan aspek keamanan dan kenyamanan.

"Kami memastikan pengalaman pengunjung dengan mengeksplorasi Candi Sewu, Candi Bubrah dan Candi Lumbung tetap exciting dan meaningful, dengan tetap mengutamakan keamanan dan kenyamanan pengunjung. Wisatawan masih bisa menikmati kekayaan nilai sejarah, budaya, di antara lanskap hijau yang asri dan menjadi karakter khas destinasi ini," ujarnya dalam rilis tertulis.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online