Top Ten News Harianjogja.com Edisi Senin 25 Mei 2026
Selamat pagi pembaca setia Harianjogja.com. Semoga aktivitas Anda hari ini berjalan lancar dan penuh energi positif. Dari tlatah Ngayogyakarta Hadiningrat
Tegar Aji Widhi Wardhana (kiri), Egistya Pranda (tengah) dan Chandra Ari Wijaya (kanan) ketiganya berjabat tangan seusai jumpa pers di ruang rapat Mako AAU, Rabu (25/6). Ketiganya satu angkatan di SMA Taruna Nusantara Magelang, lulus Akademi TNI bersama dan sama-sama meraih Adhi Makayasa. (Sunartono/JIBI/Harian Jogja)
Harianjogja.com, SLEMAN-Tiga perwira lulusan Akademi Tentara Nasional Indonesia (TNI) ini bukan saja lulus pendidikan dengan pangkat Letnan Dua (Letda) tapi juga meraih penghargaan tertinggi atas prestasi lulusan terbaik di Pendidikan Akademi TNI, Adhi Makayasa.
Mereka adalah Tegar Aji Widhi Wardhana dari Akademi Militer (Akmil) Magelang yang merupakan pendidikan matra darat, Egistya Pranda dari Akademi Angkatan Laut (AAL) Surabaya dan Chandra Ari Wijaya dari Akademi Angkatan Udara (AAU) Jogja. Ketiga remaja yang digadang bakal menjadi pemimpin bangsa ini akan dilantik Presiden SBY di Lapangan Dirgantara AAU, Bumi Maguwo bersama 450 perwira lainnya pada Kamis (26/6/2014) hari ini pukul 08.00 WIB.
"Saya tidak pernah berpikir ingin menjadi yang terbaik tapi lebih berpikir memberikan yang terbaik dalam pendidikan. Hasil ini merupakan tanggung jawab yang harus saya jaga, ke depan akan terus memberikan terbaik dengan tetap beribadah kepada Tuhan dan jangan sombong," ungkap Egistya yang merupakan putra pasangan Kolonel Sugiarto dan Kapten Rusyanti asal Bekasi ini kemarin.
Mereka menjadi taruna terbaik bukan tanpa proses. Ketiganya harus mempertahankan prestasinya selama empat tahun pendidikan. Akademi TNI menetapkannya sebagai peraih Adhi Makayasa tentu bukan sembarangan. Sebagaimana diketahui peraih penghargaan itu kerap kali menjadi petinggi TNI seperti Jenderal Moeldoko saat ini. Bahkan Presiden SBY pernah merasakan medali tersebut setelah lulus dari Akmil. Mampukah bibit-bibit unggul ini mempertahankan selalu menjadi yang terbaik untuk bangsa ini?
"Insyaallah. Ke depan pasti saya akan diuji dengan karier saya, tentu saya akan belajar dan berlatih," ujar Tegar Aji Widhi Wardhana saat ditanya apakah siap menjadi Panglima TNI di masa mendatang.
Jika Egistya dan Tegar sejak kecil sudah bercita-cita menjadi TNI, berbeda dengan Chandra yang cita-citanya adalah pilot pesawat komersial. Tetapi baginya tidak masalah karena di TNI AU ia berpotensi menjadi pilot pesawat tempur.
"Saya sudah yakin dari aspek akademis, pribadi dan jasmani selalu terbaik dari tingkat pertama sampai empat. Saya sebenarnya ingin menjadi pilot tetapi tidak masalah, nanti bisa jadi pilot pesawat tempur. Saya ingin masuk di Sekbang TNI AU," ucap Chandra Ari Wijaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selamat pagi pembaca setia Harianjogja.com. Semoga aktivitas Anda hari ini berjalan lancar dan penuh energi positif. Dari tlatah Ngayogyakarta Hadiningrat
Polisi Banyumas membongkar penipuan berkedok “Sultan Nusantara”. Korban rugi Rp50,8 juta usai dijanjikan pembersihan harta dan haji.
KPK memeriksa dua pejabat Kemenhub terkait kasus dugaan suap proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api DJKA Kemenhub.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyebut nasib guru honorer 2027 masih dibahas pemerintah. Guru non-ASN dipastikan tetap bekerja hingga 2026.
Begini cara membaca nilai TKA 2026 lengkap dengan arti skor, kategori hasil ujian, dan syarat mendapatkan predikat istimewa.
Prabowo Subianto membagikan 109 hewan kurban untuk warga Babakan Madang, Bogor, menjelang Iduladha 1447 Hijriah.