Pemuda di Kulonprogo Klaim Kurang Didukung Pemerintah

Kamis, 26 Juni 2014 16:40 WIB
Pemuda di Kulonprogo Klaim Kurang Didukung Pemerintah

JIBI/HARIAN JOGJA/DESI SURYANTO AKSI SIMPATIK SELAMATKAN KPK -- Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam BEM Se-UGM melakukan aksi simpatik di Bundaran UGM, Sleman, Jumat (28/10). Momentum Hari Sumpah Pemuda digunakan para mahasiswa ini untuk menggelar aksi penyelamatan KPK untuk apat bangkit melawan korupsi dan mampu mewujudkan kesejahteraan Indonesia.

Harianjogja.com, KULONPROGO—Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kulonprogo mengklaim perhatian Pemkab pada kegiatan pemuda di Kulonprogo masih minim.

Ketua DPD KNPI Kulonprogo, Lilik Syaiful Ahmad, mengatakan, selama ini pemerintah masih kurang dalam dukungan dana atau menyiapkan lapangan kerja di Kulonprogo.

“Akibatnya, banyak pemuda memilih merantau ke luar Kulonprogo karena merasa tidak mendapatkan apa-apa di daerah asalnya,” jelasnya di sela-sela musyawarah daerah I DPD KNPI Kulonprogo di Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta (YKAY), Rabu (25/6/2014).

Dukungan dana dari Pemkab, kata dia, terhenti pada 2013. Selama ini, KNPI hanya mendapat kucuran dana Rp20 juta selama tiga tahun, yakni Rp10 juta pada 2010, Rp5 juta pada 2011, dan Rp5 juta pada 2012.

Padahal, kata Lilik, operasional kegiatan pemuda di Kulonprogo selalu membutuhkan biaya sehingga seringkali pemuda justru gotong royong menyediakan dana secara swadaya.

Jika hal tersebut dibiarkan terus menerus akan melunturkan semangat dalam berorganisasi karena setiap orang tidak selalu memiliki pemikiran yang sama soal finansial.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online