Pemerintah Tak Bisa Atur Harga Gas Elpiji di Tingkat Pengecer
JIBI/Solopos/Burhan Aris Nugraha Pemilik pangkalan elpiji menata tabung 3kg kosong di pangkalan elpiji Sejahtera Jaya Mandiri, Nusukan, Solo, Rabu (12/2). Pertamina menggelontor extra droppng elpiji 3kg pada Rabu (12/2) sebanyak 6.160 tabung untuk wilayah Solo. Hal itu menyusul meningkatnya permintaan masyarakat yang menyebabkan kekosongan elpiji bersubsidi di pangkalan dan pengencer
Harianjogja.com, KULONPROGO- Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, tidak bisa melaksanakan operasi elpiji tiga kilogram di wilayah tersebut.
Kasi Energi, Minyak dan Gas Bumi Idhiar Nugroho mengatakan harga elpiji tiga kilogram di tingkat pangkalan disepakati Rp14.000, sedangkan di pengecer berkisar Rp16.000 hingga Rp18.000 per tabung.
"Kami juga tidak bisa mengatur harga elpiji tingkat pengecer. Namun demikian, stok elpiji di Kulonprogo sangat cukup," kata Idhiar, Rabu (2/7/2014).
Ia mengatakan pada puasa dan Lebaran 2014, untuk pengguna elpiji tiga kg diberikan tambahan 100% alokasi atau naik empat% untuk seluruh kabupaten/kota DIY.
"Kami belum mengetahui berapa persen kenaikan elpiji untuk Kulonprogo. Sampai saat ini, kami belum mendapat informasi," katanya.
Dia mengatakan realisasi elpiji tiga kg hingga April yakni 784.920 tabung atau baru 98%. Kebutuhan elpiji setiap bulannya rata-rata 200.000 tabung.
Berdasarkan informasi dari Pemerintah DIY, lanjut Idhiar, agen dan pangkalan akan membentuk satgas dari awal Ramadhan sampai H+10 Idul Fitri. Setiap harinya di tiap kabupaten/kota terdapat minimal satu agen dan empat pangkalan.
"Kepada agen elpiji, SPBBE dan terminal LPG diintruksikan tetap buka pada libur Lebaran dan menambah waktu pelayanan khususnya di awal Ramadhan, hari H Lebaran dan Lebaran ke empat," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share