Balita Kejang di Malam Hari, Pasien JKN Dapat Penanganan Cepat
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan DIY, Senin (14/7/2014) mengecek dan memverifikasi data-data penjualan tanah dan asal-usul tanah sebagai bahan penghitungan kerugian negara (PKN) dalam perkara dugaan korupsi penjualan tanah Universitas Gadjah Mada (UGM). Pengecekan dilakukan langsung di lokasi.
Tiga petugas BPKP didampingi penyidik dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY mendatangi Balai Desa Banguntapan Bantul sekitar pukul 12.00 WIB.
Mereka langsung menuju ruang kepala desa setempat secara tertutup.
“Kita hanya klarifikasi data-data dari kejaksaan, kita mencocokkan,” kata salah satu auditor BPKP Redjo Eko Warsito
Menurut Redjo, pertemuannya dengan kepala desa minta penjelasan terkait penjualan dan asal usul tanah yang dijual yayasan Fakultas Pertanian UGM (Fapertagama). Dia belum bisa menjelaskan lebih lanjut soal PKN karena masih dalam proses.
Agus Tri Wahono, salah satu perangkad Desa banguntapan mengaku semua transaksi penjualan lahan oleh Fapertagama tercatat. Bahkan proses
transaksi tahun 1963 juga masih tercatat lengkap.
Hanya saja dia enggan membeberkan kepada media. Dia sudah memberikan keterangan banyak kepada penyidik kejati dan dia juga siap memberikan keterangan dipengadilan nantinya jika diperlukan.
“Saya takut salah bicara, nanti saja di kejaksaan atau di pengadilan,” ujarnya.
Terkait dengan kedatangan BPKP, diakui Agus, hanya melihat data-data transaksi pembelian dan penjualan tanah oleh yayasan Fapertagama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Sleman memberangkatkan 325 KK transmigran selama 2010-2024. Pemberangkatan terbanyak terjadi pada 2012 setelah erupsi Gunung Merapi.
PSIM Jogja menyisakan anggaran pemain untuk putaran kedua Super League 2026/2027 agar tetap memiliki ruang merekrut pemain baru.
Pemerintah kembali membuka war tiket Upacara HUT RI di Istana Merdeka. Sebanyak 8.100 peserta ditargetkan hadir pada 17 Agustus 2026.
Investasi di Gunungkidul semester pertama 2026 mencapai Rp487,6 miliar dan menyerap 10.738 tenaga kerja, didominasi PMDN dan PMA.
Tradisi budaya Sebaran Apem Yaaqawiyyu dalam rangka Saparan Yaaqawiyyu di Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, berlangsung meriah pada Jumat (31/7/2026)