Warga Jogja Ditantang Berani Gundul
Capres nomor urut 1 Prabowo Subiyanto (kanan) dan capres nomor urut 2 Joko Widodo (kiri) di Gedung KPU Jakarta, Selasa (1/7/2014).(JIBI/Solopos/Antara/Wahyu Putro A.)
Harianjogja.com, SLEMAN-Pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo – Jusuf Kalla ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman sebagai pemenang dalam pilpres 2014 tingkat kabupaten, Rabu (16/7/2014).
Pasangan nomor urut dua tersebut memperoleh 355.975 suara atau 53.99 persen, sedangkan pasangan Prabowo Subianto - Hatta Radjasa mendapat 303.420 suara atau 46,01 persen.
Proses rekapitulasi suara tingkat kabupaten yang digelar di aula Bappeda secara umum berjalan lancar. Dimulai pukul 10.30 WIB, rekapitulasi dapat diselesaikan sekitar pukul 14.20 WIB. Hasilnya menunjukkan pasangan Jokowi-JK unggul di 13 kecamatan, sementara Prabowo-Hatta memimpin di 4 kecamatan.
Sebelum rekapitulasi dimulai, saksi dari pasangan Jokowi-JK sempat mengajukan nota keberatan. Misalnya saksi di TPS 21 Desa Margorejo, Tempel, tidak mendapatkan formulir C1 asli yang ditandatangani dan dicap basah panitia, melainkan hanya hasil fotokopinya saja. Selain itu, saksi juga mengatakan tidak mendapat salinan dokumen basah dari Panitia Pemungutan Suara (PPS) Donoharjo, Ngaglik.
Menanggapi hal tersebut, Ketua KPU Sleman, Ahmad Shidqi, mengungkapkan protes yang disampaikan saksi sudah terlambat. Seharunya, protes sudah dilakukan saat rekapitulasi di tingkat PPS. Kendati demikian, pihaknya akan tetap menindaklanjutinya. "Termasuk dokumen yang tidak disertai dengan cap basah," ucap Shidqi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga emas dunia diprediksi menembus US$4.943 per troy ounce dan mendorong harga logam mulia domestik menuju Rp2,9 juta per gram.
Polres Malang menyelidiki ledakan petasan di rumah warga Kepanjen yang menewaskan satu orang dan melukai korban dengan luka bakar serius.
Imam Besar New York Shamsi Ali menyebut Islam di Amerika Serikat justru tumbuh pesat setelah tragedi 9/11 dan Islamofobia meningkat.
Proyek pembangunan Jembatan Kewek Jogja mulai memasuki tahap persiapan teknis. Pembongkaran jembatan lama dijadwalkan bulan depan.
Warga Boyolali menemukan batu diduga stupa dan prasada peninggalan candi Buddha saat membangun jalan menuju kandang ternak.