Terlalu Banyak Organisasi Difabel di Gunungkidul

Redaksi Solopos
Redaksi Solopos Jum'at, 18 Juli 2014 00:18 WIB
Terlalu Banyak Organisasi Difabel di Gunungkidul

JIBI/HARIHarian Jogja/Desi Suryanto UJIAN SIM BAGI DIFABEL--Puluhan waraga difabel di Bantul mengikuti ujian kompetensi teori dan praktek untuk mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM) golongan C di Pasar Seni Gabusan, Jalan Parangtritis, Bantul, Kamis (15/12). Keinginan untuk melengkapai diri dengan SIM saat mengemudikan motor membuat penyandang difabel tuna daksa ini secara kolektif mengikuti ujian SIM, mereka mengandalkan motor sebagai sarana transportasi di saat sejumlah alat transportasi lain seperti bis

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, meminta kaum difabel membentuk wadah atau organisasi untuk menampung aspirasi.

Kepala Bidang Pemerintah Sosial Budaya Bappeda Gunungkidul, Priyanta Madya Satmaka mengatakan banyaknya organisasi difabel Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni), dan difabel people organization (DPO) membuat pihaknya bingung menentukan langkah pemberian bantuan.

"Lebih baik bergabung agar pelayanannya lebih maksimal," kata Priyanta, Rabu (15/7/2014).

Dia mengatakan, alasan untuk memudahkan kebijakan yang akan diberikan kepada kaum difabel oleh pemkab. Penyatuan dari berbagai organisasi maka akan mempermudah pendataan terhadap kelompok disabilitas dan memberikan masukan bagi pemkab.

"Kami memberikan bantuan kepada salah satu kelompok, takutnya kami dianggap diskriminatif," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis