Bukannya Memperkuat, Sejumlah Kebijakan Pemerintah Pusat Justru Dinilai Melemahkan Desa
Undang-Undang (UU) Desa dinilai belum mampu menghantarkan masyarakat desa menjadi sejahtera dan bermartabat.
Ilustrasi mayat (JIBI/Harian Jogja/Antara)
Harianjogja.com, BANTUL—Setiap tahun puluhan jenazah telantar ditemukan di Bantul. Kepala Dinas Sosial Bantul, Mahmudi, mengatakan jenazah telantar itu diketahui dari pencairan dana penguburan jenazah tanpa identitas yang dikeluarkan lembaga ini.
“Tahun lalu sekitar 20-an orang. Tahun ini dianggarkan untuk 20 orang tapi pertengahan tahun sudah habis,” ungkapnya, Kamis (17/7/2014).
Jenazah tersebut paling banyak ditemukan di wilayah pesisir pantai selatan Bantul, aliran kali serta di Ring Road Selatan.
Selain jenazah orang bergangguan jiwa, banyak pula ditemukan jenazah korban tenggelam di laut atau di sungai yang tubuhnya telah rusak sehingga tidak diketahui identitasnya.
Pemkab Bantul membiayai penguburan tiap jenazah tersebut sebesar Rp300.000 per orang. Penguburan dilakukan dimakam umum milik Pemkab oleh warga yang biasanya menemukan dan bersedia mengurus jenazah tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Undang-Undang (UU) Desa dinilai belum mampu menghantarkan masyarakat desa menjadi sejahtera dan bermartabat.
Perimenopause tingkatkan risiko penyakit jantung pada perempuan. Simak hasil studi terbaru dan cara menjaga kesehatan jantung.
Pisang bertandan ganda di Gunungkidul menarik perhatian. Pemkab siap kembangkan jadi varietas unggulan.
Penyelenggaraan 35th International Cycling History Conference (ICHC) menghasilkan Piagam Klaten.
Eks staf RS di Boyolali gelapkan Rp628 juta, dipakai judol dan pinjol. Polisi ungkap modus manipulasi laporan keuangan.
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi DIY menyosialisasikan dua kebijakan premium baru, yakni Golden Visa dan Global Citizen Indonesia.