Pesta Miras di Permukiman Solo Digerebek, Empat Pria Ditangkap
Tim Sparta Polresta Solo mengamankan empat pria dan menyita sejumlah miras usai menggerebek pesta minuman keras di kawasan Gilingan, Solo.
Harianjogja.com, JOGJA-Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY bisa melakukan penghitungan kerugian negara (PKN) sendiri dalam perkara dugaan korupsi hibah KONI Persiba Bantul jika Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) lamban.
Direktur Penelitian Pukat UGM Hifzil Alim mengungkapkan dalam pembuktian tindak pidana korupsi PKN dilakukan oleh BPKP selaku auditor Negara untuk menguatkan fakta persidangan. Namun tidak menutup kemungkinan kejaksaan bisa melakukan pembuktian PKN diluar BPKP atau bisa kerjasama dengan instansi swasta.
Menurut Hifzil, kejaksaan merupakan penegak hukum bisa melakukan PKN berdasar putusan Mahkamah Konstitusi (MK) nomor 31/PUU-X/2012. dalam peraturan tersebut, kata Hifzil disebutkan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bukan hanya dapat berkoordinasi dengan BPKP dalam pembuktian suatu tindak pidana korupsi namun dapat berkoordinasi dengan instansi lain, atau dengan instansi pemerintah lainnya yang dapat menunjukan kebenaran materil dalam PKN.
“KPK adalah representasi penegak hukum. Di tingakt daerah tentunya kejaksaan,” kata Hifzil, Jumat (18/7/2014)
Hifzil menilai proses PKN yang dilakukan BPKP lambat sehingga bisa menghambat proses penyelesaian kasus yang menyeret Mantan Bupati Bantul Idham Samawi dan mantan Kepala Kantor Pemdua dan Olahraga Edy Bowo Nurcahyo tersebut.
Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati DIY Purwanta Sudarmadji mengatakan penyidik Kejati bisa saja menggunakan instansi lain diluar BPKP dalam melakukan audit kerugian negara namun dia menghawatirkan kurang kuat ketika di pengadilan. Sebab penghitungan PKN harus dilakukan lembaga yang sah. Purwanta menilai proses PKN kasus hibah KONI Persiba cukup rumit maka proses PKN harus melibatkan BPKP sebagai saksi ahli untuk memperkuat pembuktian kerugian Negara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tim Sparta Polresta Solo mengamankan empat pria dan menyita sejumlah miras usai menggerebek pesta minuman keras di kawasan Gilingan, Solo.
PMI Sleman mengelola 800 kilogram limbah medis padat setiap bulan. Limbah cair diolah mandiri, sementara DLH rutin melakukan monitoring.
Bareskrim Polri memburu jaringan narkotika internasional yang melibatkan oknum pilot maskapai Malaysia dalam penyelundupan 25 kilogram ekstasi.
Pemasangan pagar tinggi di sejumlah mal dipastikan bukan karena ancaman kerusuhan. APPBI dan Hasan Nasbi meminta publik mengutamakan fakta.
KA Bandara YIA kini beroperasi mulai pukul 04.20 WIB dengan pilihan jadwal dan tarif yang lebih fleksibel bagi penumpang.
Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto digelar pada 14 Agustus 2026 karena 16 Agustus bertepatan dengan hari Minggu.