Pleno KPU 22 Juli Ternyata Pengaruhi Mudik Lebaran, Ini Penjelasannya

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Senin, 21 Juli 2014 02:34 WIB
Pleno KPU 22 Juli Ternyata Pengaruhi Mudik Lebaran, Ini Penjelasannya

Rombongan pemudik menunggu keberangkatan sebelum dilepas pada kegiatan mudik bareng Nahdlatul Ulama-Bank Mandiri di Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU), Jakarta, Minggu (20/7/2014). Menyambut perayaan Idul Fitri 1435 H, Bank Mandiri bersama PBNU memberangkatkan 1.550 warga untuk pulang kampung dalam rangka mudik Lebaran ke 32 kota di Jawa dan Madura . (Rachman/JIBI/Bisnis)

Harianjogja.com, JOGJA-Pengumuman pemenang pemilu presiden dan wakil presiden 2014, 22 Juli mendatang mempengaruhi  pergerakan arus mudik. Pemudik menunggu setelah 22 juli untuk mudik.

Presiden Indonesia Traffic Watch DIY Tomi Susanto mengungkapkan, dari pantauan lapangan pergerakan arus mudik sudah mulai terlihat sejak Sabtu (19/7/2014) lalu, namun masih didominasi kendaraan barang.

Sebenarnya, kata dia, Senin-Selasa (21-22/7/2014) waktu eksodus dari DIY yang keluar mudik. Namun diperkirakan tertunda hingga Kamis (23/7/2014). Saat bersamaan juga terjadi pergerakan pemudik dari arah Jakarta menuju DIY

"Untuk tanggal 22 saya kira banyak pemudik yang akan melihat situasi dulu," kata Tomi.

Menurut dia, pilpres kali ini memang sangat mempengaruhi psikologis bangsa. Tomi memperkirakan arus mudik  23 Juli nanti mengalami lonjakan 80% karena banyak yang menunda. Sementara puncak arus mudik akan terjadi pada H-2 dan H-1 lebaran yang lonjakannya mencapai 100%.

Untuk memantau situasi arus lalu lintas mudik lebaran, Indonesia Traffic Watch DIY sudah menerjunkan 100 relawan yang disebar di pos-pos pemantauan. Selain itu komunitas peduli lalu lintas ini juga akan memasang spanduk himbauan keselamatan di 50 titik jalur mudik DIY.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online