LEBARAN 2014 : Ini Kantong Parkir di Kota Jogja Selama Lebaran

Uli Febriarni
Uli Febriarni Kamis, 24 Juli 2014 09:23 WIB
LEBARAN 2014 : Ini Kantong Parkir di Kota Jogja Selama Lebaran

JIBI/Desi Suryanto Sejumlah pekerja memasang pagar pembatas jalan di persimpangan sisi barat laut Hotel Inna Garuda di Jalan Malioboro, Yogyakarta, Jumat (27/12/2013). Pagar berbahan besi dengan tulisan Malioboro itu dapat dilipat seperti halnya pintu gerbang, kehadiran pagar baru itu menggantikan pagar pembatas jalan sebelumnya yang berwujud aksara jawa yang unik nan khas.

Harianjogja.com, JOGJA-Pemerintah Kota Jogja melalui Unit Pelaksana Teknis Penataan Kawasan Malioboro (UPT Malioboro) dan Dinas Perhubungan (Dishub) kota Jogja menyediakan beberapa kantong parkir selama libur lebaran.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPT Malioboro mengatakan pada Lebaran 2014, Walikota Jogja, Haryadi Suyuti memperkirakan jumlah kunjungan wisatawan lokal ke Jogja naik 3-4 kali lipat dibanding tahun lalu. Artinya, kata dia, jumlah kendaraan yang akan diparkir juga akan mengalami peningkatan dengan kisaran yang sama.

Atas alasan tersebut, pihaknya memberikan beberapa opsi kantong parkir. Khusus untuk mobil, ruang parkir tersedia di lahan milik pemerintah seperti taman parkir Abu Bakar Ali, tempat khusus parkir 2 Papringan, taman parkir Senopati serta halaman Kantor Dinas Pariwisata. Pihak swasta, tambahnya, juga menyediakan kantong parkir, yakni berada di Mal Malioboro dan Toko Ramai.

“Kalau dari semua tadi penuh, maka diarahkan ke tempat parkir Ketandan (bekas Universitas Pembangunan Negara Veteran). Diprediksi, puncak masuknya kendaraan ke kantong parkir terjadi pada 26-28 Juli 2014,” ujar Ari Suryani, Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPT Malioboro, pada Rabu (23/7/2014).

Mengenai objek wisata di Kota Jogja, lahan yang berada di sisi timur dan barat Gembira Loka Zoo dapat menjadi alternatif. Diperkirakan, lonjakan kendaraan dan pengunjung terjadi pada H+2.

“Untuk taman pintar, sepertinya kendaraan hanya akan memenuhi sirip-sirip jalan. Tetapi kami akan menjaga agar lalu lintas tetap lancar,” imbuh Agus Sularto, kepala seksi angkutan Dishub Kota Jogja, di kesempatan yang sama.

Demi mendukung pantauan lalu lintas dan aktivitas wisatawan di Malioboro, terdapat 22 kamera tersembunyi milik UPT Malioboro mulai dari jalur perlintasan kereta api Abu Bakar Ali hingga titik nol. Selain itu, ada sembilan kamera tersembunyi milik Dishub Kota Jogja yang beroperasi, di wilayah Galeria, Simpang perusahaan susu SGM, dimpang Gramedia, perempatan Wirobrajan, Gondomanan, PKU Muhammadiyah, Simpang tiga Pasar Kembang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online