OPINI: Mengembangkan Industri Khas DIY
DIY perlu mengembangkan industri berbasis pengetahuan dan teknologi yang bernilai tambah tinggi, hemat lahan, serta mampu menyerap talenta lokal.
Harianjogja.com, KULONPROGO- Rencana pemagaran lahan lokasi calon pabrik pengolahan pasir besi menuai kecaman dari Paguyuban Petani Lahan Pantai (PPLP) Kulonprogo.
Ratusan papan bertuliskan penolakan terpasang di sepanjang Jalan Daendels, Desa Pleret, Kecamatan Panjatan, Rabu (23/7/2014).
Ratusan papan yang terpasang sejauh tiga kilometer dari wilayah Desa Bugel hingga Pleret bertuliskan Kami Petani Pesisir Menolak Keras Pertambangan, Bertani Atau Mati dan Selamatkan Pesisir Kulonprogo dari Rakusnya Tambang Besi dan lain sebagainya.
Humas PPLP Kulonprogo Widodo mengatakan aksi tersebut merupakan protes warga yang menolak aktivitas penambangan pasir besir di wilayah tersebut.
“Sampai kapan pun kami akan tetap menolak, kami tetap tidak rela lahan kami digunakan untuk kepentingan industri tersebut,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DIY perlu mengembangkan industri berbasis pengetahuan dan teknologi yang bernilai tambah tinggi, hemat lahan, serta mampu menyerap talenta lokal.
Bareskrim mengungkap korban TPPO bermodus rekrutmen tentara bayaran Rusia berasal dari kalangan sipil hingga mantan anggota TNI dan Polri.
Irjen Pol Roy Hardi Siahaan menjabat Kapolda Jateng sejak Oktober 2026. Rekam jejaknya di BNN kini disorot setelah polemik penggeledahan ponpes.
Peneliti menemukan 319 ekstensi Chrome yang mengalihkan pencarian melalui server perantara dan berpotensi memantau aktivitas pengguna.
Neraca perdagangan Indonesia surplus US$3,36 miliar pada September 2026. BI menilai capaian ini memperkuat ketahanan eksternal ekonomi nasional.
Cek jadwal lengkap 15 perjalanan KRL Jogja-Solo Selasa 3 November 2026 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tarif sekali jalan Rp8.000.