AFJ Ajak Masyarakat Untuk Tidak Foto Bersama Satwa

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jum'at, 25 Juli 2014 20:23 WIB
AFJ Ajak Masyarakat Untuk Tidak Foto Bersama Satwa

JIBI/HARIAN JOGJA/DESI SURYANTO PERHATIAN KEPADA HEWAN TERLANTAR -- Seorang aktivis pencinta satwa yang tergabung dalam Animal Friends Jogja (AFJ) menunjukkan stiker dan selebaran tentang adopsi hewan terlantar yang akan dibagikan kepada pengguna jalan di yang berhenti di simpang empat Kantor Pos Besar Yogyakarta, Rabu (4/4). Kampanye adopsi hewan terlantar ini merupakan bagian dari peringatan World Stray Animals Day (WSAD) atau Hari Satwa Terlantar se-Dunia yang jatuh setiap tanggal 4 April, serta mengaja

Harianjogja.com, JOGJA-Komunitas Animal Friends Jogja (AFJ) prihatin banyak arena hiburan yang menggunakan satwa sebagai daya tarik untuk mencari keuntungan. AFJ menilai pertunjukan sirkus maupun foto bersama satwa merupakan bagian dari perampasan hewan yang semestinya tidak dilakukan.

"Libur lebaran biasanya menjadi saat yang berat bagi satwa-satwa karena mereka harus bekerja ekstra melakukan pertunjukan bagi pengunjung." kata Angelina Pane, disela-sela kampanye animal friend jogja di Titik Nol Kilometer Jogja, Jumat (25/7/2014)

Menurut Angelina, banyak kebun binatang melakukan pertunjukan sirkus satwa dan menjadikan satwa sebagai obyek foto guna menarik minat pengunjung. Satwa dipertontonkan sambil menunjukan aneka atraksi, melakukan gerakan sesuai perintah pelatih.

Mereka diminta menari, berhitung bahkan naik sepeda. Perilaku tersebut, kata Angelina, bukanlah perilaku alami satwa liar yang dapat ditemukan di alam. Untuk dapat menjalankan perintah pelatih, satwa harus menjalani proses panjang pelatihan.

"Sering sekali proses pelatihan sangat kejam. Banyak terjadi perampasan hak satwa" ucap dia.

Anggota AFJ lainnya Daniek Hendarto mengimbau pengelola kebun binatang atau pertunjukan sirkus untuk tidak lagi mengeksploitasi satwa liar untuk kepentingan komersil semata. Pertunjukan sirkus dan foto bersama satwa diakui Daniek, tidak memiliki nilai edukatif sama sekali.

Aksi kampanye AFJ yang dilakukan belasan orang ini sempat menarik perhatian para pengendara kendaraan. Peserta aksi mengenakan pakaian badut sebagai bentuk sindiran atas pertunjukan sirkus. Aksi tidak berlangsung lama, setelah melakukan orasi dan sosialisasi Hentikan Kekerasan Terhadap Hewan mereka membubarkan diri dengan tertib.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online