HarianJogja/Gigih M. Hanafi
Perajin menyelesaikan wuwungan (penutup genteng paling atas) di Sentra Pembuatan Gerabah Kasongan, Bantul, Kamis (7/2). Cuaca yang masih didominasi mendung dan hujan membuat proses penjemuran wuwungan terkendala dalam pengeringan, biasanya dalam sehari wuwungan akan kering tetapi karena tidak ada matahari maka pengeringan memakan waktu sampai 3 hari.
Harianjogja.com, BANTUL-Sehta kerajinan khas DIY di Kasongan Bantul diserbu pengunjung pada libur Lebaran ini. Hampir semua jenis produk yang dijual, diserbu pembeli.
"Lebih banyak pembeli dibanding saat Ramadan berjalan. Omzet naik hingga 75%. Sebetulnya buka sejak hari pertama. Pada Lebaran begini, kami tambah stok sampai lebih dari 100%. Soalnya pasti laku dan habis," ujar Kismiyatin, Tenaga Pemasaran Dwiyanto Ceramic, pada Rabu (30/7/2014).
Di Dwiyanto Ceramic sendiri, produk yang paling diburu pembeli sebagai oleh-oleh adalah guci, yang dijual mulai Rp30.000 hingga Rp300.000.
Pembeli yang datang, urai Kismiyatin, mayoritas keluarga. Pihaknya, menyatakan tak mengambil untung banyak di masa ramai seperti saat ini.
"Yang penting barang habis, kalau lagi sepi, kami memang coba ambil untung," imbuhnya.
Sementara di Nurya Craft Rumah Souvenir, kondisi sedikit berbeda.
"Yang paling dicari, set meja dan kursi bermozaik. Saat ini sedang tren, kami ikuti tren," papar Rahmad Soleh, pemilik Nurya Craft Rumah Souvenir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tags: