Pesta Miras di Permukiman Solo Digerebek, Empat Pria Ditangkap
Tim Sparta Polresta Solo mengamankan empat pria dan menyita sejumlah miras usai menggerebek pesta minuman keras di kawasan Gilingan, Solo.
Suasana di Terminal Dhaksinarga Gunungkidul (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Keberangkatan bus dari Terminal Dhaksinarga molor hingga delapan jam dari jadwal yang ditentukan. Akibatnya, ratusan penumpang yang akan balik setelah libur Lebaran menjadi telantar. Kondisi ini telah berlangsung sejak, Sabtu (2/8/2014) malam.
Kepala UPT Dhaksinarga Trisulo Hantoko menerangkan Sabtu (2/8/2014) terdapat 12 bus antar kota antarprovinsi (AKAP) yang terlambat. Akibatnya, ratusan penumpang harus menunggu lama dan baru sekitar pukul 23.00 WIB, semua dapat diberangkatkan ke arah tujuan masing-masing.
“Rata-rata penumpang adalah tujuan Jakarta dan Bandung. Akibat kertelambatan bus-bus yang datang membuat penumpang harus menunggu lebih lama,” katanya kepada Harianjogja.com, Minggu (3/8/2014).
Dia menjelaskan, kerterlambatan ini bukan lantaran kurangnya armada tetapi karena kemacetan. Salah satu bus yang terlambat datang adalah PO Maju Lancar. Perusahaan bus ini sejak kemarin memberitahukan kepada penumpangnya bila bus mengalami keterlambatan. Tak tanggung-tanggung keterlambatan mencapai delapan jam, karena bus baru akan berangkat minimal pukul 22.00 WIB.
“Mereka sudah memberitahukan kepada penumpang bila bus mengalami keterlambatan. Jadi, mereka yang sudah tiba di terminal diharapkan kembali lagi, biar tak menunggu lama,” kata Ketua Paguyuban Bis Malam (Bisma) Terminal Dhaksinarga, Suroso.
Kepala Sub Bagian Umum UPT Dhaksinarga, Suprapto menambahkan penumpang tidak mau menggunakan bus-bus dengan kondisi yang tak maksimal. Pasalnya, saat terjadi keterlambatan pada Sabtu (2/8/2014), sebuah perusahaan bus menawarkan bus pengganti. Namun, berhubung bus yang ditawarkan tidak sesuai dengan kriteria yang diinginkan para penumpang menolak hal itu.
“Mereka rela menunggu untuk menunggu bus yang diharapkan. Beruntung, hari ini [kemarin] ada pemberitahuan bila ada keterlambatan, sehingga warga bisa mengatur ulang jadwalnya,” papar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tim Sparta Polresta Solo mengamankan empat pria dan menyita sejumlah miras usai menggerebek pesta minuman keras di kawasan Gilingan, Solo.
Kemenkeu memastikan anggaran Program Makan Bergizi Gratis dipisahkan dari anggaran pendidikan mulai APBN 2028 sesuai putusan MK.
APPBI menegaskan pemasangan pagar di sejumlah mal dilakukan demi ketertiban, bukan karena adanya kekhawatiran terhadap isu keamanan.
PHRI DIY menargetkan okupansi hotel 70% pada Agustus 2026 dengan menggenjot promosi wisata religi dan pasar korporasi di Jogja.
Kereta Petani dan Pedagang KAI telah melayani 35.843 pelanggan hingga Juli 2026, mendukung mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Krisis migrasi di Ceuta memicu bentrokan warga dengan migran asal Maroko. Polisi dikerahkan, sementara ketegangan terus meningkat.