Pesta Miras di Permukiman Solo Digerebek, Empat Pria Ditangkap
Tim Sparta Polresta Solo mengamankan empat pria dan menyita sejumlah miras usai menggerebek pesta minuman keras di kawasan Gilingan, Solo.
Harianjogja.com, JOGJA- Kepala Biro Administrasi Kesra dan Kemasyarakatan Sektretariat Daerah (Sekda) DIY RM. Wijoseno Hario Bimo menyayangkan informasi hibah atau bantuan sosial tempat ibadah belum banyak diketahui oleh masyarakat. Ketidaktahuan warga itu diketahuinya ketika banyak yang mengadu.
“Loh bisa to ternyata minta bantuan ke Pemda,” ujar Wijoseno menirukan keluhan warga di sela- sela open house bersama Sri Sultan Hamengku Buwono X di Bangsal Kepatihan, Senin(4/8/2014).
Menurut Putra mahkota Puro Pakualaman bergelar Kanjeng Bendara Pengeran Haryo Prabu Suryodilogo itu, sistem informasi ke masyarakat perlu diperbaiki seiring dengan adanya temuan dugaan penyelewengan penggunaan hibah bansos 2012 dan 2013 yang menjadi bahan penyelidikan kejaksaan.
“Adanya revisi- revisi teknis pelaksanaan membuat intansi terkait memiliki panduan yang lebih jelas,” ujarnya.
Terkhusus bantuan tempat ibadah, anggota dewan juga kerap membantu dalam mensosialisasikannya. Tapi lantaran bantuan itu merupakan murni hak masyarakat, sosialisasi tidak perlu melulu dilakukan anggota Dewan. Hanya saja, instansinya tidak memiliki kewenangan teknis untuk mensosialisasikan kepada masyarakat.
“Biro Administrasi Kesra bukan intansi implementer enggak punya akses woro- woro. Mestinya Biro Humas yang bisa memberikan penjelasan komprehensif pada masyarakat,” urainya.
Saat Pemilu Legislatif itu, ia mengatakan bansos tempat ibadah memang sempat ditunda pencairannya karena mengikuti intruksi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penundaaan itu dilakukan sampai Pilpres karena untuk mencegah agar tidak disalahgunakan untuk kegiatan kampanye. Setelah lebaran ini, bansos akan diproses tapi untuk daftar penerima yang sudah masuk bukan dari pendataan baru.
“Tiap tahun 600 tempat ibadah, kalau ada tambahan di perubahan bisa sampai 900 tempat ibadah,” katanya. (Baca juga :http://www.harianjogja.com/baca/2014/02/27/dana-bansos-untuk-rumah-ibadah-di-diy-naik-492561"> Dana Bansos untuk Rumah Ibadah di DIY Naik)
Sebelumnya, http://www.harianjogja.com/baca/2014/07/20/bansos-2012-2013-jadi-temuan-bpk-tahun-2014-bansos-tak-ada-di-apbd-p-520509">Sekretaris Daerah Ichsanuri mengatakan lantaran bantuan sosial dan hibah 2012 dan 2013 jadi temuan, semua kegiatan bansos di seluruh instansi belum akan dianggarkan di APBD perubahan.
“Nunggu situasi sikek. Arep diperikso kok,” katanya usai rapat paripurna pengantaran Gubernur atas Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA- PPAS) Perubahan APBD DIY di DPRD, Jumat (18 /7/2014).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tim Sparta Polresta Solo mengamankan empat pria dan menyita sejumlah miras usai menggerebek pesta minuman keras di kawasan Gilingan, Solo.
Kalender Agustus 2026 memiliki dua hari libur nasional tanpa cuti bersama. Simak daftar tanggal merah dan peluang long weekend.
Harga emas Antam hari ini, Sabtu 1 Agustus 2026, turun Rp20.000 menjadi Rp2.603.000 per gram. Simak daftar harga dan buyback terbaru.
James Riady menegaskan mal Lippo tidak memasang pagar tambahan dan optimistis ekonomi Indonesia tetap menarik bagi investor global.
Memvalidasi setiap informasi kontak resmi menjadi langkah penting sebelum memilih layanan pinjaman online. Berikut adalah beberapa alasan yang mendasarinya.
Wisata paddle board di Muara Sungai Opak Baros Bantul menarik wisatawan dan membuka peluang ekonomi baru bagi warga pesisir.