Malam Ini Ada Begawan Mintaraga di Pendapa Berbah

Selasa, 05 Agustus 2014 16:40 WIB
Malam Ini Ada Begawan Mintaraga di Pendapa Berbah

Ilustrasi Espos/Agoes Rudianto NDARU BUMI PAJANG--Salah satu adegan dalam pementasan lakon Ndaru Bumi Pajang oleh Kelompok Kerja Teater Tradisional Wiswakarman Fakultas Sastra dan Seni Rupa (FSSR) Universitas Sebelas Maret (UNS) di Gedung Wayang Orang (GWO) Sriwedari, Solo, Senin (13/6) malam. SOLOPOS 15 JUN 2011 HAL 7 PERGELARAN

Harianjogja.com, SLEMAN-Sukses menggelar empat pementasan wayang orang di tahun ini, Paguyuban Wayang Orang Ponco Budoyo kembali menggelar pementasan yang merupakan rangkaian dari pentas kelilingnya itu.Kali ini, paguyuban seni wayang orang yang berada di bawah naungan Dinas Kebudayaan DIY tersebut akan menggelar naskah lakon berjudul Begawan Mintorogo. Lakon itu sendiri rencananya akan digelar malam ini (5/8/2014) pukul 20.00 di Pendapa Kepanjen, Berbah.

Sutradara sekaligus penulis naskah lakon Tukiran menuturkan, Begawan Mintorogo sejatinya merupakan ajaran tentang tapa brata yang diwujudkannya melalui seni pertunjukan yang kaya akan simbol dan filosofi kehidupan.

Dijelaskannya, bersatunya panah Mintaraga dengan panah Kilatarupa pada tubuh seekor babi hutan adalah simbol suatu keberhasilan tapa brata untuk menyatukan pikiran dan hati dengan kehendak Tuhan.

"Babi hutan sendiri di sini adalah simbol guna tamas yang sering membawa manusia hidup dalam keangkaramurkaan. Guna tamas itu bisa ditundukkan dengan pikiran suci yang sudah menyatu dengan kehendak Tuhan melalui jalan puasa dan semacamnya," ucapnya.

Selain naskah Tukiran yang runtut dan mudah dicerna, lakon tersebut juga didukung oleh aksi sendratari arahan koreografi Widodo Kusnantyo dam Eko Purnomo sebagai penata iringan. Salah satu anggota tim produksi Ponco Budoyo, Sukandar nantinya akan didukung oleh sekitar 50 orang yang berperan sebagai pemain dan pengrawit dari Paguyuban Panca Budaya.

Dijelaskannya, pementasan tersebut merupakan rangkaian dari pentas keliling yang selama ini memang sudah menjadi program rutin paguyuban Panca Budaya. Setidaknya dalam setahun, Panca Budaya memprogramkan 10 kali pementasan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online