WASPADA GELOMBANG TINGGI YOGYAKARTA
Sebuah perahu nelayan mencoba berlabuh usai mencari ikan di Pantai Glagah, Kulon Progo, Yogyakarta, Selasa (24/12). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menghimbau wisatawan yang berniat mengunjungi pantai di DIY khususnya pada libur Natal dan Tahun Baru untuk mewaspadai gelombang tinggi laut selatan yang diperkirakan mencapai lebih dari 3 meter. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/Koz/nz/13.
Harianjogja.com, KULONPROGO- Angin kencang terus bergerak di wilayah pesisir Kulonprogo. Akibatnya, sudah empat bulan nelayan di Pantai Congot tidak melaut dan mulai beralih menjaring ikan di Sungai Bogowonto.
Kapal-kapal nelayan di pantai ini sudah berbulan-bulan dilabuhkan di pinggir pantai. Beberapa nelayan hanya sibuk merapikan jala dan membersihkan kapal-kapal mereka. Sariman, 55, salah satu nelayan Pantai Congot mengatakan sejak bulan April lalu, angin kencang terus bertiup ke sepanjang pesisir pantai di wilayah ini.
“[Kini] Kami mencari mulai menjaring ikan di Sungai Bogowonto. Selagi masih ada sumber ikan, kami akan datangi,” ujar Sariman, Kamis (7/8/2014).
Sariman mengungkapkan sejumlah kapal nelayan sampai terbalik ketika berusaha keras untuk melaut mencari ikan. Ditambah ombak yang tingginya bisa mencapai lebih dari empat meter.
“Setelah itu kami tidak berani lagi melaut. Akhirnya kami cari ikan di sungai demi menyambung hidup. Tapi ada juga yang bertani,” ungkap Sariman.
Di Pantai Congot ada kurang lebih 70 nelayan yang menggantungkan hidupnya pada sumber daya laut. Sebanyak 35 nelayan kini memutuskan mencari ikan di sungai, sisanya bertani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tags: