Kebakaran Lahan Dekat Tol Semarang-Solo, 5 Mobil Damkar Dikerahkan
Kebakaran melanda lahan penghijauan dekat Tol Semarang-Solo KM 442. Lima mobil damkar dikerahkan untuk memadamkan api.
Harianjogja.com, SLEMAN-Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Gerindra ditunjuk sebagai pimpinan sementara untuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sleman periode 2014-2019.
Kedua partai tersebut tak lain adalah dua partai dengan perolehan kursi terbanyak berdasar hasil pemilu legislatif pada April kemarin.
PDIP yang memperoleh 12 kursi menunjuk Sri Muslimatun, sedangkan Partai Gerinda yang mendapat 7 kursi menugaskan Sukaptono. “Pimpinan sementara akan bertugas sampai pimpinan definitif terpilih,” kata Errin Kasnarti, Kepala Bagian Informasi dan Pelayanan Aspirasi Sekretariat DPRD Sleman, pada Jumat (8/8/2014).
Errin mengungkapkan tugas pimpinan sementara tertuang dalam Tata Tertib DPRD Nomor 1 Tahun 2011.
“Secara umum memimpin rapat DPRD, memfasilitasi pembentukan fraksi serta penyusunan keputusan DPRD tentang tata tertib dewan, dan memproses penetapan pimpinan definitif,” ujarnya memaparkan.
Pimpinan sementara akan mulai bertugas setelah pengambilan sumpah jabatan pada 12 Agustus besok. (Rima Sekaran/JIBI/Harian Jogja)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran melanda lahan penghijauan dekat Tol Semarang-Solo KM 442. Lima mobil damkar dikerahkan untuk memadamkan api.
Jadwal SIM Gunungkidul Hari Ini Sabtu 5 September 2026 di Pasar Argosari pada malam hari
Hasil Como vs Genoa berakhir 4-1. Como bangkit setelah tertinggal dan kini memuncaki klasemen sementara Liga Italia.
Tren pernikahan 2026 mengarah pada konsep lebih personal, mulai dekorasi, busana, dokumentasi, hingga pengelolaan tamu.
Hasil Real Betis vs Real Madrid berakhir 1-0. Troy Parrott mencetak gol kemenangan, sementara penalti Kylian Mbappe digagalkan Valles.
Suasana berbeda menyambut puluhan delegasi dari berbagai negara yang mengikuti CALD Conference on Democratic Resilience in Southeast and East Asia di Yogyakarta