Sragen Disebut Saudara Tua DIY, Ini Jejak Sejarahnya
Sragen disebut saudara tua DIY karena jejak Pangeran Mangkubumi. Muhibah Budaya 2026 perkuat koneksi sejarah dan budaya Mataram.
Harianjogja.com, SLEMAN-Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Gerindra ditunjuk sebagai pimpinan sementara untuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sleman periode 2014-2019.
Kedua partai tersebut tak lain adalah dua partai dengan perolehan kursi terbanyak berdasar hasil pemilu legislatif pada April kemarin.
PDIP yang memperoleh 12 kursi menunjuk Sri Muslimatun, sedangkan Partai Gerinda yang mendapat 7 kursi menugaskan Sukaptono. “Pimpinan sementara akan bertugas sampai pimpinan definitif terpilih,” kata Errin Kasnarti, Kepala Bagian Informasi dan Pelayanan Aspirasi Sekretariat DPRD Sleman, pada Jumat (8/8/2014).
Errin mengungkapkan tugas pimpinan sementara tertuang dalam Tata Tertib DPRD Nomor 1 Tahun 2011.
“Secara umum memimpin rapat DPRD, memfasilitasi pembentukan fraksi serta penyusunan keputusan DPRD tentang tata tertib dewan, dan memproses penetapan pimpinan definitif,” ujarnya memaparkan.
Pimpinan sementara akan mulai bertugas setelah pengambilan sumpah jabatan pada 12 Agustus besok. (Rima Sekaran/JIBI/Harian Jogja)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sragen disebut saudara tua DIY karena jejak Pangeran Mangkubumi. Muhibah Budaya 2026 perkuat koneksi sejarah dan budaya Mataram.
Tim SAR Gabungan menemukan bocah yang terseret ombak di Pantai Gua Cemara dalam kondisi meninggal dunia di Pantai Bugel, sekitar 13 kilometer dari lokasi kejadi
Kemendikdasmen menyampaikan masukan kepada BGN untuk memperbaiki tata kelola Program Makan Bergizi Gratis, termasuk distribusi dan sasaran penerima.
Kemenaker menaikkan Program Magang Nasional Angkatan II menjadi 150.000 peserta pada 2026 dan memperluas akses bagi lulusan profesi dan penyandang disabilitas.
Dua bayi ditemukan di Solo dalam sehari. Pemkot Solo dan Polresta bergerak menangani kasus, sementara bayi yang selamat mendapat pendampingan.
Sekitar 200 kader 'Aisyiyah dari berbagai daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengikuti 'Aisyiyah Cadre Camp (ACC) 2026 di Bumi Perkemahan Kalakijo,