Sragen Disebut Saudara Tua DIY, Ini Jejak Sejarahnya
Sragen disebut saudara tua DIY karena jejak Pangeran Mangkubumi. Muhibah Budaya 2026 perkuat koneksi sejarah dan budaya Mataram.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Sekitar 3.000 penduduk di Kulonprogo tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dindukcapil) Kulonprogo menduga jumlah tersebut berasal dari orang yang belum melakukan perekaman e-KTP.
Data yang dihimpun dari Dindukcapil Kulonprogo menyebutkan, pada 2013 terdapat 310.751 penduduk yang memiliki KTP, sementara jumlah penduduk wajib KTP di Kulonprogo sebanyak 313.749 orang.
Kepala Dindukcapil Kulonprogo Julistyo mengungkapkan dari hasil pengamatan di lapangan selama ini, penduduk Kulonprogo yang tidak memiliki KTP karena belum melakukan rekam data e-KTP. Penyebabnya bervariasi, mulai dari sakit hingga tidak lagi berada di Kulonprogo.
"Yang tidak punya KTP itu berarti KTP nya sudah mati dan tidak lagi diurus, ada kemungkinan mereka sudah mempunyai KTP baru di daerah tempat tinggal yang sekarang namun belum dilaporkan ke Kulonprogo," jelasnya, Jumat (8/8/2014).
Menurutnya, saat ini dinas hanya menunggu proses integrasi kependudukan secara nasional yang memungkinkan melihat penduduk yang memiliki tanda kependudukan ganda sehingga dapat langsung disesuaikan.
"Ini butuh proses, apalgi e-KTP juga masih masa transisi," imbuhnya. Yudhistya, 17, warga Beji Wates mengatakan sudah membuat KTP baru. "Mengurusnya tidak ada pungutan biaya apapun," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sragen disebut saudara tua DIY karena jejak Pangeran Mangkubumi. Muhibah Budaya 2026 perkuat koneksi sejarah dan budaya Mataram.
Tim SAR Gabungan menemukan bocah yang terseret ombak di Pantai Gua Cemara dalam kondisi meninggal dunia di Pantai Bugel, sekitar 13 kilometer dari lokasi kejadi
Kemendikdasmen menyampaikan masukan kepada BGN untuk memperbaiki tata kelola Program Makan Bergizi Gratis, termasuk distribusi dan sasaran penerima.
Kemenaker menaikkan Program Magang Nasional Angkatan II menjadi 150.000 peserta pada 2026 dan memperluas akses bagi lulusan profesi dan penyandang disabilitas.
Dua bayi ditemukan di Solo dalam sehari. Pemkot Solo dan Polresta bergerak menangani kasus, sementara bayi yang selamat mendapat pendampingan.
Sekitar 200 kader 'Aisyiyah dari berbagai daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengikuti 'Aisyiyah Cadre Camp (ACC) 2026 di Bumi Perkemahan Kalakijo,