Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Senin 25 Mei, Tarif Rp12.000
Jadwal Bus KSPN Malioboro–Parangtritis Senin (25/5/2026) menjadi solusi wisata hemat dengan tarif Rp12.000
Ilustrasi kambing etawa super (bandungkambingetawa.wordpress.com)
Harianjogja.com, SLEMAN - Berbisnis ternak Kambing Peranakan Etawa (PE) tidak harus dimulai dengan modal besar. Sebab pengelola dapat menyesuaikan kemampuan investor untuk memulai bisnis.
Koordinator Seksi Pemasaran, Kelompok Tani Ternak PE " Mandiri" di Girikerto, Turi, Sleman, Suyanto menjelaskan pihaknya memiliki sedikitnya 1.300 ekor kambing PE di berbagai anggota kelompok di Dusun Ngangring, Girikerto. Kambing itu dikelola dalam dua jenis yakni sebagai kambing perah untuk diambil susunya dan kambing peranakan untuk dijual per ekor sebagai pedaging.
"Sekarang semua KK punya kambing PE, karena hasilnya sudah terbukti yang memelihara pasti untung," terang warga Ngangring, Girikerto, Turi ini kepada Harianjogja.com, Senin (11/8/2014).
Banyaknya keuntungan dalam memelihara PE membuat sektor peternakan kambing ini, kata Suyanto, menjadi lahan investasi menggiurkan. Untuk kelompoknya sendiri ia memiliki sekitar 30 hingga 50 investor, tetapi rata-rata masih skala kecil. Yakni setiap warga masyarakat yang ingin menitipkan uangnya kemudian dibelikan kambing PE dan dipelihara kelompok tani untuk mendapatkan keuntungan.
Investasi skala kecil ini, imbuh Suyanto, tidak dipatok minimal modal atau kambing yang diinvestasikan. Tetapi pihaknya mengikuti keinginan orang yang ingin menginvestasikan uangnya menjadi PE. Tujuannya, agar setiap orang dapat dapat menjajal bisnis ini.
"Ada beberapa juga mahasiswa KKN di sini lalu investasi Rp2,2 juta dapat satu ekor saat itu. Dua tahun kemudian dia bisa bayar biaya sendiri dari hasil investasi itu. Kalau skala kecil sistem percaya, tidak bakal ada mafia, dijamin aman," kata dia.
Para investor dapat memilih dua alternatif pemeliharan yakni peranakan dan pemerahan susu. Jika peranakan maka baru dapat merasakan hasilnya enam bulan atau setahun kemudian. Tapi investor yang memilih kambing pemerahan susu dengan minimal lima ekor pembelian maka dapat memperoleh keuntungan tiap bulan. Suyanto menegaskan kambing yang sudah dibeli investor pun tidak hilang dan menjadi milik investor.
Sejumlah investor skala besar, ucapnya, ada yang menginvestasikan setiap pekannya satu ekor kambing. Selama beberapa bulan.
"Setahun kemudian mendapatkan peranakan dan setelah dijual itu Rp58 juta, sistem bagi hasilnya ada 70 : 30 dan 60 : 40. Kalau skala besar kami masih menunggu investor, skala besar nanti sistem perjanjiannya," urainya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal Bus KSPN Malioboro–Parangtritis Senin (25/5/2026) menjadi solusi wisata hemat dengan tarif Rp12.000
Janice Tjen kalah dari Emma Navarro pada babak pertama French Open 2026 namun masih berpeluang tampil di nomor ganda putri.
Cara membuat lagu AI viral menggunakan Suno AI tanpa harus bisa bernyanyi atau memainkan alat musik.
Daftar mobil Jip bekas murah mulai Rp40 jutaan yang masih tangguh, cocok untuk harian hingga hobi off-road.
Daging kurban hanya aman 2 jam di suhu ruang menurut ahli pangan. Simak cara penyimpanan dan penanganan yang benar agar tetap aman dikonsumsi.
DPRD DIY godok Raperda Pengelolaan Perfilman guna hidupkan ekosistem sinema dari level kelurahan. Didukung penuh Sultan HB X demi RPJPD 2025-2045.