Atap Kelas MTs Muhammadiyah Ambruk di Sragen, 48 Siswa Diliburkan
Atap kelas MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan Sragen ambruk saat KBM. 48 siswa diliburkan, 6 siswa luka-luka.
Harianjogja.com, JOGJA-Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menuturkan pemberdayaan masyarakat dapat menjadi prioritas untuk mempercepat penyerapan dana keistimewaan (danais).
Sultan mengakui tidak mengetahui dengan pasti penyebab banyaknya lelang heritage keistimewaan yang gagal. Namun menurut dia, lelang tempat heritage memang tidak mudah karena memiliki kontruksi dan corak ornamen bangunan yang khas. Kalaupun itu yang menjadi kendala, pemerintah daerah harus mengulang cara merehabilitasi Kraton pada orde baru silam.
“Mengajukan permohonan ke Bappenas, Kementerian Keuangan karena heritage pekerjaan khusus, jangan lelang,” katanya di Komplek Kepatihan, Selasa (12/8/2014).
Ia berharap pemerintah pusat membantu rehabilitasi heritage Kraton itu, tetapi dengan tetap melibatkan orang Kraton dalam hal tata sungging bangunan. Adapun untuk mempercepat penyerapan danais, ia meminta agar program keistimewaan tidak mendahulukan fisik, karena selama kelembagaan belum siap, mustahil penyerapan akan maksimal dan danais termin selanjutnya dapat diajukan.
Ia mencontohkan, agar pemberdayaan ke masyarakat seperti pembinaan pentas ketoprak, wayang kulit dan sebagainya diprioritaskan. “Cari yang mudah, jangan omong soal bangun dulu,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Atap kelas MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan Sragen ambruk saat KBM. 48 siswa diliburkan, 6 siswa luka-luka.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit melantik Kalemdiklat Polri, lima kapolda baru, dan satu pejabat utama Mabes Polri di Jakarta.