ALIH FUNGSI LAHAN : Sawah di Kulonprogo Beralih Fungsi Jadi Perumahan

Holy Kartika Nurwigati
Holy Kartika Nurwigati Jum'at, 15 Agustus 2014 00:21 WIB
ALIH FUNGSI LAHAN : Sawah di Kulonprogo Beralih Fungsi Jadi Perumahan

Alat berat jenis backhoe menguruk serta meratakan tanah di lahan yang akan dijadikan perumahan, di kawasan persawahan Ciganitri, Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (28/12/2013). Kementerian Pertanian mengatakan saat ini setiap tahun lahan pertanian berkurang mencapai 100.000 ha akibat alih fungsi untuk perumahan, industri atau pembangunan jalan. (Rachman/JIBI/Bisnis)

Harianjogja.com, KULONPROGO—Alih fungsi lahan di Kulonprogo didominasi permohonan Izin Perubahan Penggunaan Tanah (IPPT) persawahan menjadi pekarangan.

Seiring dengan pengembangan kawasan Kota Wates, area persawahan mulai banyak beralih fungsi sebagai perumahan, pertokoan hingga kawasan perkantoran.

Kasubid Pengaturan dan Penataan Pertanahan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kulonprogo Munardi mengatakan sebagian besar permohonan IPPT di wilayah ini sebagian besar lahan persawahan.

"Katakanlah bila ada pengajuan perubahan tegalan menjadi pekarangan dengan perubahan sawah menjadi pekarangan, perbandingannya bisa satu banding dua. Persentasenya bisa sampai [sekitar] 60 persen," ujar Munardi kepada Harian Jogja, Rabu (13/8/2014).

Munardi mengatakan seiring dengan perkembangan perekonomian di salah satu kawasan, maka alih fungsi lahan juga akan mengikuti. Kawasan tersebut di antaranya memiliki aktivitas perekonomian yang padat, kawasan ramai lalu lintas kendaraan dan berada di dekat pusat ibukota kabupaten.

Di antaranya seperti di Pengasih yang kini menjadi penyangga Kota Wates dan Temon yang berada di kawasan Jalan Nasional penghubung Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Provinsi Jawa Tengah.

"Asal daerah tersebut berada di lokasi yang strategis, maka potensi alih fungsi lahan akan semakin besar. Namun, saat ini pengajuan IPPT relatif datar, malah cenderung menurun dibandingkan bulan yang sama di tahun sebelumnya," jelas Munardi.

Perkembangan alih fungsi lahan yang cukup pesat berada di Kecamatan Wates. Sementara pengembangan tata ruang perkotaan juga mulai mengarah ke wilayah Kecamatan Pengasih.

Apalagi sebagai penyangga Kota Wates, imbuh Munardi, kawasan ini akan diprioritaskan untuk dikembangkan pusat budaya, pendidikan, hingga perkantoran.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online