OJK Cabut Izin 9 BPR dan BPRS Sepanjang 2026, Ini Daftarnya
OJK telah mencabut izin usaha sembilan BPR dan BPRS sepanjang 2026. Simak daftar bank yang ditutup serta alasan pencabutan izinnya.
Harianjogja.com, KULONPROGO– Anemia menjadi penyebab utama tingginya kematian pada bayi yang baru lahir. Untuk menekan potensi kematian bayi baru lahir, Dinas Kesehatan Kulonprogo mengelar program peningkatan zat besi di sekolah-sekolah, khususnya untuk remaja putri.
“Ibu hamil yang mengidap anemia memiliki resiko besar melahirkan bayi dengan bobot minim. Bayi yang terlahir kecil biasanya tidak dapat bertahan hidup,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kulonprogo Bambang Haryanto kepada Harianjogja.com.
Bambang menuturkan perbaikan zat besi dan gizi pada ibu hamil yang menderita anemia kemungkinan akan sulit dilakukan. Oleh karenanya, perbaikan zat besi dalam tubuh sebaiknya dilakukan sedini mungkin. Perbaikan zat besi dapat dilakukan sejak usia remaja.
“Karena dari survei yang telah kami lakukan pada salah satu sekolah menengah atas, sebanyak 70 persen siswinya memiliki anemia. Di sekolah lain dari sekian siswinya yang terkena anemia bisa mencapai 62 persen. Potensinya sangat tinggi,” papar Bambang.
Kurangnya zat besi pada remaja putri dapat disebabkan oleh beberapa hal, baik karena menstruasi maupun karena asupan gizi yang kurang. Apalagi bila terjadi pada remaja yang hamil, maka resiko kematian bayi akan sangat tinggi. Selain melalui sosialisasi kesehatan reproduksi secara intensif, Dinas Kesehatan mulai membidik program lain, yakni dengan perbaikan zat besi pada pelajar putri.
“Kami adakan program perbaikan zat besi dengan memberikan vitamin penambah darah. Program ini baru kami lakukan untuk 20 sekolah yang akan berjalan hingga akhir tahun ini. Harapannya langkah ini dapat menekan kasus bayi lahir kecil hingga kematian pada bayi baru lahir,” jelas Bambang.
Direktur Eksekutif PKBI Kulonprogo Paulo Ngadi Cahyono menambahkan program peningkatan dan perbaikan zat besi sangatlah tepat untuk diberikan pada renaja putri. Namun, untuk sasaran sekolah perlu adanya pertimbangan khusus agar program tersebut dapat lebih tepat sasaran. Pemilihan sekolah di tingkat kecamatan dinilai lebih efektif.
“Kalau bisa sasaran di tingkat kecamatan, jangan memfokuskan pada sekolah favorit. Selain itu, infomasi juga harus dapat disampaikan juga pada laki-laki, agar mereka juga memahami, bahwa ternyata perempuan jauh lebih beresiko terkena anemia,” papar Paulo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
OJK telah mencabut izin usaha sembilan BPR dan BPRS sepanjang 2026. Simak daftar bank yang ditutup serta alasan pencabutan izinnya.
Suami Ribkah Handayani rutin menjalani kontrol jantung setiap bulan dengan memanfaatkan layanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Aston Villa mengalahkan Indonesia All Stars 3-1 di Stadion GBK. Emiliano Buendia, Ross Barkley, dan Brian Madjo mencetak gol, sementara Arkhan Kaka membalas unt
Jadwal KA Bandara YIA Jogja hari ini lengkap reguler dan Xpress. Cek jam berangkat agar tak ketinggalan pesawat.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 2 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 2 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Palur hingga Yogyakarta. Tersedia 12 perjalanan dengan tarif Rp8.000.