TAMBAK UDANG BANTUL : BLH Bantul Segera Selidiki Penyebab Laut Selatan Tercemar

Selasa, 19 Agustus 2014 18:40 WIB
TAMBAK UDANG BANTUL : BLH Bantul Segera Selidiki Penyebab Laut Selatan Tercemar

JIBI/Harian Jogja/Antara

Harianjogja.com, BANTUL-Ihwal pencemaran laut selatan diakui Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bantul Edi Susanto. Ia mengklaim baru mendapat kabar ihwal pencemaran laut selatan tersebut. Edi berjanji segera mengambil sampel ke laut selatan untuk membuktikan kebenaran pencemaran tersebut.  Pencemaran laut diduga disebabkan dua hal. Yaitu bocornya bahan bakar solar ke laut dan limbah dari tambak udang.

Menurut Edi, limbah tambak udang mengandung toksin atau racun yang dapat membunuh ikan.

“Apalagi kalau tidak ada pengolahan limbah, itu kan racun,” imbuhnya.

Terpisah, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Bantul Suyanto membantah seluruh tambak udang di Bantul mencemari laut selatan. Terkecuali menurut dia bila tambak tersebut tidak dilengkapi dengan instalasi pengelolaan air limbah (IPAL). Suyanto sendiri merupakan salah satu warga pesisir yang mengelola tambak udang. Ia mengklaim, buangan limbah tambak justru disukai ikan karena menjadi pakan untuk biota laut tersebut.

“Itu yang bilang mencemari tidak benar, itu hanya ulah orang yang tidak senang dengan tambak. Kecuali mungkin kalau tidak ada IPAL bisa saja terjadi [pencemaran]. Tapi tidak semua tambak begitu,” jelas Suyanto.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online