Klaim BPJS Ketenagakerjaan Tembus Rp242 Miliar
Espos/Ahmad Mufid Aryono PERBAIKI PIPA--Dua orang warga Desa Klakah, Kecamatan Selo memperbaiki jaringan pipa air bersih yang melintas di Kali Apu yang mengalami kerusakan akibat diterjang banjir lahar dingin, Selasa (4/1). Berita di bagian lain halaman ini. SOLOPOS 06 JAN 2011 HAL VI BOYOLALI
Harianjogja.com, SLEMAN-Kabel sepanjang 10 meter yang berfungsi menghubungkan antar panel pada sistem pengatur air III Prambanan hilang. Akibatnya sistem yang diperuntukkan bagi warga Desa Gayamharjo tersebut tidak berfungsi maksimal. Setidaknya ada sekitar 1.300 kepala keluarga (KK) di Gayamharjo yang rawan terkena dampak.
“Sebelum puasa sudah hilang. Itu mengganggu jalannya sistem jaringan,” ungkap Ketua II Organisasi Pengelola Pemakai Air (OPPA) Prambanan, Mujimin, ditemui di halaman kantor Kecamatan Prambanan, Rabu (20/8/2014).
Kasus hilangnya kabel tersebut telah dilaporkan ke pihak berwajib. Akibat paling parah dirasakan warga Dusun Nawung dan sebagian Lemahbang.
“Kebutuhan air di wilayah tersebut sementara ini dipenuhi suplai dari daerah lain,” ujar Mujimin.
Mujimin menganggap kepengurusan di sistem III memang belum berjalan efektif. Kelalaian pengurus dinilai sebagai salah satu penyebab hilangnya kabel. Terkait hal itu, Mujimin telah mencoba berkomunikasi dengan Pemerintah Desa Gayamharjo agar memilih pengurus yang lebih bisa diajak kerja sama.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Julisetiono Dwi Wasito, sependapat dengan Mujimin.
“Itu milik masyarakat jadi masyarakat juga harus ikut menjaga,” tuturnya saat ditemui di kantornya, Rabu siang.
Juli mengaku telah mendapatkan laporan dari Camat Prambanan dan akan dilakukan perbaikan manajemen kepengurusan sebagai tindaklanjut. Kepengurusan baru diharapkan terbentuk secepatnya. Juli berharap masalah pengelolaaan air bisa dioptimalkan secara mandiri oleh masyarakat.
“Sumur-sumur kecil yang sudah dibangun di sana juga bisa dioptimalkan. Untuk pompanya, kalau masih dengan solar yang bisa kita berikan bantuan bahan bakar,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga emas dunia diprediksi menembus US$4.943 per troy ounce dan mendorong harga logam mulia domestik menuju Rp2,9 juta per gram.
Polres Malang menyelidiki ledakan petasan di rumah warga Kepanjen yang menewaskan satu orang dan melukai korban dengan luka bakar serius.
Imam Besar New York Shamsi Ali menyebut Islam di Amerika Serikat justru tumbuh pesat setelah tragedi 9/11 dan Islamofobia meningkat.
Proyek pembangunan Jembatan Kewek Jogja mulai memasuki tahap persiapan teknis. Pembongkaran jembatan lama dijadwalkan bulan depan.
Warga Boyolali menemukan batu diduga stupa dan prasada peninggalan candi Buddha saat membangun jalan menuju kandang ternak.