Kabel Hilang, Jaringan Sistem Pengatur Air III Prambanan Terganggu

Rima Sekarani
Rima Sekarani Kamis, 21 Agustus 2014 16:40 WIB
Kabel Hilang, Jaringan Sistem Pengatur Air III Prambanan Terganggu

Espos/Ahmad Mufid Aryono PERBAIKI PIPA--Dua orang warga Desa Klakah, Kecamatan Selo memperbaiki jaringan pipa air bersih yang melintas di Kali Apu yang mengalami kerusakan akibat diterjang banjir lahar dingin, Selasa (4/1). Berita di bagian lain halaman ini. SOLOPOS 06 JAN 2011 HAL VI BOYOLALI

Harianjogja.com, SLEMAN-Kabel sepanjang 10 meter yang berfungsi menghubungkan antar panel pada sistem pengatur air III Prambanan hilang. Akibatnya sistem yang diperuntukkan bagi warga Desa Gayamharjo tersebut tidak berfungsi maksimal. Setidaknya ada sekitar 1.300 kepala keluarga (KK) di Gayamharjo yang rawan terkena dampak.

“Sebelum puasa sudah hilang. Itu mengganggu jalannya sistem jaringan,” ungkap Ketua II Organisasi Pengelola Pemakai Air (OPPA) Prambanan, Mujimin, ditemui di halaman kantor Kecamatan Prambanan, Rabu (20/8/2014).

Kasus hilangnya kabel tersebut telah dilaporkan ke pihak berwajib. Akibat paling parah dirasakan warga Dusun Nawung dan sebagian Lemahbang.

“Kebutuhan air di wilayah tersebut sementara ini dipenuhi suplai dari daerah lain,” ujar Mujimin.

Mujimin menganggap kepengurusan di sistem III memang belum berjalan efektif. Kelalaian pengurus dinilai sebagai salah satu penyebab hilangnya kabel. Terkait hal itu, Mujimin telah mencoba berkomunikasi dengan Pemerintah Desa Gayamharjo agar memilih pengurus yang lebih bisa diajak kerja sama.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Julisetiono Dwi Wasito, sependapat dengan Mujimin.

“Itu milik masyarakat jadi masyarakat juga harus ikut menjaga,” tuturnya saat ditemui di kantornya, Rabu siang.

Juli mengaku telah mendapatkan laporan dari Camat Prambanan dan akan dilakukan perbaikan manajemen kepengurusan sebagai tindaklanjut. Kepengurusan baru diharapkan terbentuk secepatnya. Juli berharap masalah pengelolaaan air bisa dioptimalkan secara mandiri oleh masyarakat.

“Sumur-sumur kecil yang sudah dibangun di sana juga bisa dioptimalkan. Untuk pompanya, kalau masih dengan solar yang bisa kita berikan bantuan bahan bakar,” ungkapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online