OJK Cabut Izin 9 BPR dan BPRS Sepanjang 2026, Ini Daftarnya
OJK telah mencabut izin usaha sembilan BPR dan BPRS sepanjang 2026. Simak daftar bank yang ditutup serta alasan pencabutan izinnya.
dokumen
Harianjogja.com, BANTUL-Sebanyak 15 kader gereja kristen terdiri dari perutusan majelis, pendeta, mahasiswa dan aktivis gereja menyelenggarakan live-in di Islamic Study Center Aswaja Pondok Pesantren (Ponpes) Lintang Songo, Sitimulto, Piyungan. Selain mengenal lebih dekat pola pengelolaan pesantren, tokoh kristen ini ikut merasakan kehidupan layaknya santri dan menemukan kehidupan Ponpes yang juga mengajarkan kemandirian ekonomi.
Tri Gunanto, Majelis Gereja Injili Tanah Jawa dari Pakis suwawa 5, Jepara, Jateng mengungkapkan persepsinya selama ini salah mengenai Ponpes. Sebab pendidikan di Ponpes tidak sekadar mengajarkan tentang agama. Melainkan juga nilai-nilai kemandirian dan pemberdayaan yang dibekalkan kepada santri. Disini nilai kemanusiaan dan kerukunan lintas ditanamkan pada pada setiap santri.
"Sungguh ini merubah persepsi saya tentang ponpes selama ini. Setahu santri di ponpes itu hanya pengajian dan pendalam ayat-ayat alquran tapi ternyata juga pembelajaran ekonomi kemandirian," katanya ditemui Harianjogja.com didampingi tokoh kristen yang lain.
Kegiatan pembelajaran seperti pertanian menanam sayur-sayuran, peternakan dan produksi makanan bernilai ekonomis tidak hanya praktik pelajaran tetapi berjalan untuk membiayai operasional puluhan santrinya. Dalam kesempatan ini, perwakilan umat Gereja Kristen Jawa (GKJ) dan perwakilan Gereja Kristen Indonesia (GKI) bersama santri bertukar pemahaman soal pandangan islam dan kristen yang kerap menulai pertentangan. Dialog ini diharapkan dapat menjembatani dan semakin memperkuat hubungan persaudaran lintas agama.
Pemilik Ponpes Lintang Songo Heri Kuswanto menyampaikan tidak banyak ponpes di DIY yang terbuka menjadi pusat kegiatan bersama umat agama lain. Padahal, imbuh Heri, kegiatan serupa cukup baik dan harus terus ditumbuhkembangkan sesuai komitmen kerukunan dan keberagaman dalam kehidupan NKRI oleh anak bangsa.
Baginya, kepercayaan merupakan hak yang harus dihormati semua pihak. Terlebih di era yang mulai rawan terjadi konflik antar agama, nilai-nilai toleransi dan saling menghormati antar pemeluk agama harus dikuatkan, bukan melalui manjaga jarak melainkan justru saling terbuka, jujur, saling menerima perbedaan sebagai suatu anugerah keindahan.
Kepada santrinya, Heri mengenalkan empat warna islam yang dihadapi umat seperti islam liberal yakni pandangan umat dirinya menyatu dengan Tuhan, islam radikal memusuhi adanya perbedaan, islam sesat yakni ngaku nabi atau adanya tanah suci yang berbeda selain Mekah.
"Nah kebetulan yang kami kenalkan dan kami ajarkan di ponpes ini adalah Islam Moderat, yakni Islam yang mengapresiasi nilai-nilai adat tradisi dan tetap pegang prinsip tetap dalam menghadapi perbedaan dan kemajemukan. Tidak ada ajaran fanatik kami berikan pada santri justru mempersiapkan generasi anak bangsa yang bisa mengembangkan nilai pluralisme," jelas tokoh Nahdlatul Ulama pernah menjabat wakil ketua DPRD Bantul periode 2004-2009 silam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
OJK telah mencabut izin usaha sembilan BPR dan BPRS sepanjang 2026. Simak daftar bank yang ditutup serta alasan pencabutan izinnya.
Bapanas mulai menyalurkan bantuan beras 10 kg kepada 33,24 juta KPM secara serentak pada 17 Agustus 2026 melalui Bulog.
Prabowo meminta program gentengisasi dipercepat untuk mengganti atap seng demi kesehatan, ekonomi, dan penggunaan produk dalam negeri.
Organisasi mahasiswa dan kepemudaan menyatakan dukungan kepada pemerintah untuk memberantas dugaan mafia beras fortifikasi.
Harianjogja.com, JAKARTA—Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi memperkuat tata kelola pembiayaan dengan mengubah mekanisme penilaian aset jaminan seba
Pergeseran anggaran uji tanah Stadion Mandala Krida rampung. DPRD DIY mendorong penyusunan DED dianggarkan pada 2027 sebagai tahapan renovasi stadion.