Waspada Ebola, DIY Waspadai TKI yang Pulang dari Timur Tengah

Redaksi Solopos
Redaksi Solopos Rabu, 27 Agustus 2014 03:20 WIB
Waspada Ebola, DIY Waspadai TKI yang Pulang dari Timur Tengah

Harianjogja.com, JOGJA- Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta akan melakukan pemantauan terhadap tenaga kerja yang baru pulang dari wilayah Timur Tengah, guna mengantisipasi penyebaran virus Ebola.

"Guna menghindari penyebaran virus Ebola ataupun Mers-Cov, terhadap tenaga kerja serta warga yang baru pulang dari wilayah Timur Tengah atau Afrika, kami akan lakukan pemantauan intensif melalui penyiagaan puskesmas di lima kabupaten/kota," kata Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Masalah Kesehatan (P2MK) Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY, Daryanto Chadorie, Senin (25/8/2014).

Menurut dia, untuk membentengi masuknya virus mematikan tersebut, Dinkes DIY terus memberikan sosialiasi kepada masyarakat hingga pedesaan melalui tenaga penyuluh kesehatan untuk mengenali gejala seseorang yang diduga terpapar virus tersebut.

"Misalnya, ada tenaga kerja atau warga yang baru pulang dari negara endemik seperti Afrika Barat atau Timur Tengah mengalami demam melebihi 38 derajat celcius, sakit tenggorokan diikuti dengan muntah, atau memiliki gejala mirip flu maka bisa langsung melaporkan kepada tenaga kesehatan terkait," papar dia.

Menurut dia, warga yang bekerja atau pulang dari negara endemik tetap memiliki potensi membawa wabah virus tersebut. Meskipun hingga saat ini belum terdapat temuan.

"Kami harap masyarakat juga dapat proaktif mengantisipasi masuknya virus tersebut, meskipun belum tentu tenaga kerja atau warga yang pulang dari negara endemik Afrika Barat, atau Timur Tengah membawa virus tersebut," ucapnya.

Sementara itu, kata dia, Diskes DIY juga telah melakukan langkah pengawasan serupa secara intensif terhadap setiap wisatawan mancanegara yang masuk ke Yogyakarta.

"Upaya "screening" kami tingkatkan utamanya untuk setiap wisatawan yang berasal dari negara-negara Afrika Barat, bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di Bandara Adisutjipto," tuturnya.

Dinkes DIY telah menunjuk Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito sebagai RS rujukan apabila terdapat pasien terjangkit Ebola.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis