Tiga Pasutri Berpotensi Ikut Perebutan Kursi Lurah di Gunungkidul
Tiga pasangan suami istri berpeluang bersaing dalam Pilur 2026 di Gunungkidul. Penetapan calon lurah dijadwalkan pada 8 September 2026.
Akibat kekeringan yang terjadi, Warga Ngangkruk memanfaatkan air seadanya. sementara untuk kebutuhan air bersih warga harus berjalan sejauh 2 kilometer. Selasa (26/8/2014). (JIBI/Harian Jogja/David Kurniawan)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Warga Dusun Ngangkruk Desa Pilangrejo, Kecamatan Nglipar harus menempuh medan berbahaya demi mendapatkan air bersih. Pasalnya selain kekeringan melanda desa tersebut, belum seluruh warga mendapat dropping air bersih dari pemerintah kabupaten (Pemkab) Gunungkidul.
Seorang warga setempat, Manto Wiyono mengakui saat ini tempat tinggalnya mulai kesulitan air bersih. Sumur-sumur warga tak lagi bisa diandalkan. Guna mencukupi kebutuhan air, banyak warga yang memanfaatkan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari.
“Terpaksa kita menggunakan air kali. Tapi, itu hanya untuk aktivitas mandi dan mencuci,” katanya kepada Harianjogja.com, Selasa (26/8/2014).
Menurut Manto, warga juga masih sering menggunakan air dari sumur-sumur yang dibuat warga. namun, selain debitnya yang mulai mengering, kualitas dari sumur-sumur tersebut tak bisa lagi diandalkan. Malahan, air yang dihasilkan keruh dan tak lagi layak dikonsumsi.
"Konsekuensinya untuk kebutuhan memasak dan minum kita harus berjalan sekitar 2 kilometer untuk mendapatkan air bersih," terangnya.
Pemenuhan air bersih bagi warga Ngankruk terbagi dalam dua lokasi, Ngangkruk bawah, biasanya warga mengambil air bersih dari Dusun Sriten, sedangkan warga Ngangkruk atas guna mendapatkan air bersih di wilayah Nglinduk (masuk wilayah Kecamatan Ngawen).
Adapun medan di Nglindung terhitung berbahaya. Sebab selain harus berjalan jauh, untuk menjangkau mata air tersebut warga harus berjalan melewati tebing jurang yang sangat dalam.
“Kira-kira warga harus turun sejauh 300 meter. Kondisi jalan pun hanya berupa jalan setapak, jadi warga harus berhati-hati saat mengambil air,” ungkap Sakiyem, Warga Ngangkruk lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tiga pasangan suami istri berpeluang bersaing dalam Pilur 2026 di Gunungkidul. Penetapan calon lurah dijadwalkan pada 8 September 2026.
Kebakaran KM Mutiara Sentosa II di perairan utara Sumenep menyisakan 40 penumpang di kapal. Sebanyak 218 orang selamat dan 4 meninggal dunia.
Vietnam mengaku siap menghadapi tekanan suporter Indonesia saat kedua tim bertemu pada laga Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari
Mahasiswa KKN PPM UGM menggelar cek kesehatan dan penyuluhan penyakit jantung gratis bagi warga Padukuhan Pangkah, Bantul.
Bulog mengajak mitra penggilingan padi menjaga kualitas beras seiring stok Cadangan Beras Pemerintah mencapai 5,4 juta ton.
Dua siswa SMPN 1 Turi menciptakan Detektor MBG yang mampu mendeteksi makanan basi dalam hitungan detik dengan akurasi tinggi.