Investasi di Gunungkidul Tembus Rp488 Miliar dalam Enam Bulan

David Kurniawan
David Kurniawan Selasa, 28 Juli 2026 16:57 WIB
Investasi di Gunungkidul Tembus Rp488 Miliar dalam Enam Bulan

Tugu Selamat Datang Gunungkidul. - ist

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Realisasi investasi yang masuk ke Kabupaten Gunungkidul pada semester pertama 2026 hampir menembus Rp500 miliar. Hingga akhir Juni 2026, total investasi yang tercatat mencapai Rp487.660.727.446 yang berasal dari penanaman modal dalam negeri dan penanaman modal asing.

Capaian tersebut telah mencapai 56,8% dari target investasi Kabupaten Gunungkidul pada 2026 yang ditetapkan sebesar Rp858.560.738.845.

Penata Perizinan Ahli Madya Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gunungkidul, Mugiyanto, mengatakan pencatatan investasi dilakukan melalui dua sumber data, yakni Online Single Submission (OSS) dan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM).

Untuk data OSS, investasi yang masuk ke Kabupaten Gunungkidul hingga akhir Juni tercatat sebesar Rp420.214.678.662. Adapun investasi yang tercatat melalui LKPM mencapai Rp67.446.046.784.

"Kalau ditotal dari keduanya, maka investasi yang masuk ke Gunungkidul sudah mencapai Rp487.660.727.446," katanya, Selasa (28/7/2026).

Ia menjelaskan investasi tersebut terdiri atas penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp307.333.474.456 dan penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp180.327.252.990.

Menurut Mugiyanto, target investasi yang ditetapkan pada tahun ini sebesar Rp858.560.738.845. Dengan capaian yang telah melampaui separuh target, pihaknya optimistis realisasi investasi hingga akhir tahun dapat terpenuhi.

"Laju investasi Gunungkidul tumbuh dengan bagus. Kami optimistis target di tahun ini bisa terpenuhi," katanya.

Saat disinggung mengenai rincian investasi yang masuk, Mugiyanto mengaku belum memperoleh data secara terperinci. Namun, ia menilai sejumlah sektor yang paling diminati investor meliputi perindustrian, perdagangan, energi sumber daya mineral (ESDM), pertanian, hingga kepariwisataan.

"Masih bisa terus bertambah karena kami yakin banyak pemilik modal yang ingin berinvestasi di Gunungkidul," katanya.

Kepala DPMPTSP Gunungkidul, Mohammad Arif Aldian, mengatakan investasi yang masuk ke Kabupaten Gunungkidul terus menunjukkan pertumbuhan yang baik. Pihaknya juga terbuka terhadap investor yang ingin menanamkan modalnya di Bumi Handayani.

"Capaian investasi ini menunjukkan aktivitas ekonomi di Gunungkidul semakin produktif serta ikut berperan dalam pembangunan. Dampaknya sangat luas mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga laju pertumbuhan ekonomi yang semakin baik," katanya.

Untuk menjaga pertumbuhan investasi, DPMPTSP Gunungkidul terus mendorong terciptanya iklim investasi yang kondusif. Salah satu upaya yang dilakukan ialah mengenalkan berbagai potensi investasi di KPI Semin maupun di Mijahan, Semanu, serta menyusun kajian Investment Project Ready to Offer (IPRO).

Menurut Mohammad Arif Aldian, kajian IPRO menjadi salah satu instrumen penting untuk memberikan gambaran peluang investasi kepada calon investor di Kabupaten Gunungkidul.

"Kajian IPRO sangat penting karena bisa menjadi panduan bagi investor untuk menanamkan modalnya di Gunungkidul. Tak hanya itu, kami juga memiliki kajian investasi yang berlokasi di Jalur Jalan Lintas Selatan [JJLS]," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online