Bantuan Air Bersih Sudah Menjangkau 8 Kapanewon di Gunungkidul
Bantuan air bersih sudah disalurkan ke delapan kapanewon di Gunungkidul. BPBD mengalokasikan 1.150 tangki untuk warga terdampak kekeringan.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul akan memberikan tiket liburan gratis ke Bali kepada anggota pasukan pengibar bendera Gunungkidul. Langkah ini diambil sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras mereka pada saat peringatan kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus lalu.
Namun sejumlah pihak mencibir langkah pemkab tersebut. Pasalnya, kebijakan tersebut hanya menghabur-hamburkan uang. Terlebih lagi kegiatan tersebut tidak ada nilai edukasi di dalamnya. Harusnya, pemkab lebih bijak dengan memberikan apresiasi dalam bentuk lain, sehingga bisa bermanfaat bagi anggota paskibra ke depannya.
“Apresiasi itu bukan liburan, lebih baik diberikan dalam bentuk beasiswa pendidikan, sehingga ini memberikan manfaat yang lebih,” kata Aktivis Lembaga Kajian Studi Sosial Gunungkidul, Aminudin Aziz kepada Harianjogja.com, kemarin (31/8/2014).
Menurut dia, langkah pemerintah memberikan liburan kepada anggota paskibra Gunungkidul tidaklah salah. Terlebih lagi, atas jerih payah selama ini mereka tidak mendapatkan imbalan apapun. Hanya, Aziz berpendapat bila bentuk apresiasi yang diberikan lebih memberikan manfaat ke depan dan bukan hanya sekadar jalan-jalan.
Dia mencontohkan, pemberian beasiswa untuk pendidikan lanjutan akan lebih terasa. Misalnya, pendidikan tersebut bisa dijadikan bekal untuk mengarungi kehidupan para anggota paskibra.
“Toh nantinya pemkab juga bisa memberdayakan ilmu yang mereka dapatkan untuk pengembangan Gunungkidul untuk maju lebih baik lagi,” kata Aziz.
Tak jauh beda juga diungkapkan Aktivis Jejaring Rakyat Mandiri (Jerami) Rino Caroko. Menurut dia, atas jerih payah mereka selama ini dilakukan sudah sepantasnya pemkab memberikan penghargaan sebagai bentuk apresiasi. Namun, yang paling penting apresiasi yang digunakan tetap berpijak pada penggunaan anggaran yang efektif, efisien sesuai dengan kebutuhan.
Adapun, rencana tur ke Bali akan dilaksankan pada Desember mendatang. Total peserta yang akan ikut mencapai 100 orang, rinciannya 82 peserta merupakan anggota paskibra, 10 peserta merupakan pelatih anggota paskibra, serta sisanya dipakai pendamping dari dinas yang berkaitan. Adapun anggaran yang digunakan berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan 2014 sebesar Rp80 juta.
“Kalau bisa anggarannya dipangkas seminimal mungkin. Jangan sampai, kegiatan tersebut dinilai sebagai langkah menghambur-hamburkan uang,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul Bahron Rasyid mengatakan bahwa liburan ke Bali merupakan bagian dari bentuk apresiasi atas apa yang dilakukan anggota paskibra selama ini.
“Keputusan untuk pergi ke Bali merupakan instruksi dari bupati, dan kami juga sudah mengajukkan anggarannya dalam APBD perubahan,” katanya.
Bahron menjelaskan, selain dalam bentuk liburan, Pemkab Gunungkidul juga sudah berencana memberikan beasiswa pendidikan. Namun upanya mengirimkan mereka ke Bali lebih sebagai bentuk penyegaran atas apa yang diberikan selama ini.
“Nantinya di sana tidak hanya bersenang-senang, karena juga ada pendidikan dan pelatihan pembentukan karakter,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bantuan air bersih sudah disalurkan ke delapan kapanewon di Gunungkidul. BPBD mengalokasikan 1.150 tangki untuk warga terdampak kekeringan.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 3 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tarif Commuter Line tetap Rp8.000.
Oknum anggota Polres Tanjab Timur, Bripka SO, dipatsus usai video dirinya berada di arena judi sabung ayam viral. Kasus masih didalami Propam.
Menpar Widiyanti menilai desainer berperan penting memperkenalkan budaya Indonesia melalui wastra sekaligus mendorong shopping tourism.
Bumkal Sumberharjo Sleman sukses memanen melon premium di tanah kas kalurahan. Pemkab Sleman menilai inovasi ini berpotensi meningkatkan ekonomi desa.
Pemerintah mengungkap alasan Indonesia masih tertinggal dari Vietnam dalam pengembangan energi baru terbarukan meski memiliki potensi PLTS mencapai 7.700 GW.